Wednesday, October 24, 2018

Penyelidikan Transparan dari Turki


Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan buka suara, Turki tidak akan diam membiarkan pembunuh Jamal Khashoggi bebas berkeliaran. Turki akan menangkap pelaku dan dalang yang menginstruksikan pembunuhan.

"Kami tidak akan menutupi kasus ini, kami akan memastikan yang menjadi dalang atas pembunuhan ini diadili," ujar Erdogan saat bicara di Ankara, Rabu (24/10).

Dia tau bahwa sejumlah pihak tidak suka dengan sikapnya mengungkapkan fakta investigasi pembunuhan. Namun hal itu tidak menjadi penghalang. Erdogan berjanji akan terus menampilkan bukti secara transparan.

"Kami akan terus mengungkapkan bukti secara transparan ke rekan kami untuk membuka tabur gelap pembunuhna ini," katanya.

Jamal Khashoggi dibunuh pada 2 Oktober saat mengurus dokumen pernikahan di Konsulat Saudi, Istanbul. Satu hari sebelumnya, Erdogan buka-bukaan di depan anggota Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP). Ia mengatakan, pembunuhan tersebut sudah direncanakan.

"Sudah jelas bahwa operasi ini tidak terjadi begitu saja, operaso ini sudah direncanakan, siapa dalang yang memberi perintah pembunuhan ini? Kami sedang mencar i jawabannya," kata Erdogan, seperti dilansir dari Middle East Eye, Selasa (23/10).

Pada saat berpidato, Erdogan membenarkan laporan-laporan di media massa yang belum terkonfirmasi. Seperti 15 tersangka yang terbang ke Istanbul dari Arab Saudi beberapa jam sebelum terjadi pembunuhan Khashoggi. "Ini Orang-orang pertahanan, intelijen, dan forensik," kata Erdogan.

Arab Saudi menahan 18 orang tersangka yang diduga terlibat kasus pembunuhan ini. Erdogan menambahkan, 18 orang tersebut adalah 15 orang yang datang ke Turki dan 3 staf konsultan.

"Saya tidak meragukan kejujuran Raja Salman, tapi hal terpenting investigasi ini akan tetap berjalan transparan dan komite yang fair dan yang tak terakit dengan pembunuhan ini," kata Erdogan.

No comments:

Post a Comment

Hot News :

Kapal Titanic kembali hidup

Kapal Impian Titanic beserta tragedi yang menimpanya tidak akan membuat kita lupa. Masih banyak ahli yang berusaha untuk memecahkan miste...