Wednesday, January 2, 2019

Bocah 11 bulan ditemukan dalam kondisi hidup di bawah reruntuhan

Seorang bocah lelaki berusia 11 bulan yang diselamatkan dari puing-puing blok apartemen yang runtuh di kota Magnitogorsk, Rusia, dikatakan masih sadar tetapi lukanya "sangat serius".

Kementerian kesehatan negara itu mengatakan dia mengalami radang dingin akut pada sekujur tubuhnya, cidera kepala, dan patah tulang pada pergelangan kakinya.

Bocah itu, yang bernama Ivan, sudah dievakuasi ke ibu kota Moskow untuk dirawat lebih lanjut.

Ibunya juga selamat dari insiden ledakan gas yang membuat sebagian bangunan apartemen itu hancur.

Kejadian ini telah menewaskan sedikitnya sembilan orang, dan tiga puluh dua orang masih dinyatakan hilang.

Bocah itu ditemukan setelah berada di dalam reruntuhan bangunan lebih dari 30 jam dalam suhu di bawah nol di reruntuhan blok apartemen.

Dalam insiden mematikan lainnya di Magnitogorsk, sebuah mini bus berbahan gas meledak dan menewaskan tiga orang.

Ivan ditemukan terbungkus selimut di atas ranjangnya di bawah reruntuhan apartemen tersebut.

Bangunan apartemen itu terletak di kota Magnitogorsk, di wilayah Ural, sekitar 1.695 km dari ibu kota Moskow, di mana suhu siang hari sekitar -17C.

Salah-seorang tim penyelamat, Pyotr Gritsenko menggambarkan sosok bayi itu, yang awalnya dia pikirkan sebagai seorang remaja perempuan, saat ditemukan.

"Kami harus memastikan situasinya hening, sehingga kami bisa mendengar apakah ada suara atau tidak," katanya kepada saluran televisi pemerintah Rusia, Rossia 24.

"Salah seorang anggota tim penyelamat, Andrei Valman, mendengar bocah menangis dari reruntuhan bangunan apartemen, di dekat sisi bangunan yang masih berdiri.

"Setelah itu, kami menghentikan semua peralatan berat kami untuk memastikan lagi, dan mendengarkan. Ketika kami berkata 'Diam!' bayi itu bereaksi dan diam kembali. Ketika kami berkata, "Di mana kamu?" dia mulai bereaksi lagi.

"Ketika kami yakin, pimpinan tim kami, yang lebih berpengalaman, mengatakan 'Di sinilah kita akan bekerja' dan mengatakan agar kami semua mulai menghilangkan puing-puing."

Pihak berwenang sebelumnya mengumumkan mereka menghentikan sementara proses pencarian korban selamat setelah diketahui gedung itu tidak stabil.

"Mustahil untuk terus bekerja dalam kondisi seperti itu," kata Menteri kedaruratan Rusia, Yevgeny Zinichev, dengan mengatakan "ancaman nyata tertimpa bangunan yang akan runtuh"

Komplek bangunan apartemen itu merupakan rumah bagi 120 orang penghuninya, dan 48 blok apartemen runtuh akibat ledakan gas tersebut.

"Saya terbangun dan merasa diri saya terjatuh," kata seorang saksi mata kepada televisi Rusia, seperti dilaporkan kantor berita AFP.

"Dinding ruangan kami hilang tak berbekas. Ibuku berteriak dan anak saya terkubur."

Saksi lainnya berujar bahwa muncul "gelombang api" setelah ledakan terjadi.

Saluran televisi berita Vesti, Rusia mengatakan lebih dari 50 orang penghuni blok terdampak akibat ledakan itu sudah teridentifikasi.

1 comment:

  1. mari segera bergabung dengan kami.:)
    di ajoqq.club/games.^^
    BONUS CASHBACK 0.3% setiap senin
    BONUS REFERAL 20% seumur hidup.
    segera di add black.berry pin 58CD292C.AJoQQ.club/games.:)

    ReplyDelete

Hot News :

Kapal Titanic kembali hidup

Kapal Impian Titanic beserta tragedi yang menimpanya tidak akan membuat kita lupa. Masih banyak ahli yang berusaha untuk memecahkan miste...