Mantan Presiden Meksiko, Enrique Peña Nieto, disebut telah menerima suap sebesar US$100 juta atau setara dengan Rp1,4 triliun dari gembong narkotika Joaquin 'El Chapo' Guzman.
Klaim itu diungkapkan Alex Cifuentes, yang mengaku orang dekat Guzman selama bertahun-tahun, di hadapan hakim pengadilan Kota New York.
Ditambahkannya, hal itu telah dia utarakan kepada aparat pada 2016.
Guzman menjalani persidangan di New York sejak November setelah dia diekstradisi dari Meksiko untuk menghadapi tuduhan perdagangan kokain, heroin, dan narkotika lain.
Aparat AS menuduh pria berusia 61 tahun itu sebagai sosok di balik kartel narkoba Sinaloa—yang menurut jaksa penuntut umum, merupakan pemasok terbesar narkoba ke AS.
Negosiasi suap
Menurut sejumlah wartawan di ruang pengadilan Brooklyn, Peña Nieto sempat meminta US$250 juta kepada Guzman sebelum akhirnya menyepakati US$100 juta.
Cifuentes mengklaim pengantaran uang dilakukan di Kota Meksiko pada Oktober 2012 oleh salah seorang rekan Guzman.
Peña Nieto sendiri menjabat sebagai presiden Meksiko pada periode 2012-2018.
Menurut jaksa penuntut umum, Cifuentes yang merupakan gembong narkoba Kolombia menyebut dirinya sebagai "tangan kanan" Guzman. Dia pernah bekerja sebagai sekretarisnya dan menghabiskan dua tahun bersama Guzman bersembunyi dari aparat di pegunungan Meksiko.
El Chapo, yang berarti 'si pendek', ditahan di Meksiko pada 2013 dan belakangan diekstradisi ke Amerika Serikat. Di sana dia mengaku bersalah atas tuduhan perdagangan narkoba setelah bersepakat dengan jaksa penuntut umum.
Peña Nieto belum menanggapi klaim Cifuentes, namun sebelumnya dia menolak tuduhan korupsi yang mengemuka dalam persidangan yang dimulai sejak November lalu.
Pengacara El Chapo, Jeffrey Lichtman, berkilah pemimpin kartel Sinaloa yang sebenarnya adalah Ismael 'El Mayo' Zambada.
Dia mengklaim Zambada lolos dari jerat hukum dengan menyuap seluruh pejabat pemerintah Meksiko, termasuk Peña Nieto dan presiden sebelumnya, Felipe Calderón.
Peña Nieto dan Calderón langsung menepis tuduhan itu. Bahkan Calderon menyebutnya "sama sekali tidak benar dan sembrono"
Wednesday, January 16, 2019
Tuesday, January 15, 2019
Tas berisi 2,1 Milliar dicuri
Sebanyak tiga orang menjalani persidangan di Zimbabwe atas tuduhan mencuri sebuah koper berisi US$150.000 (Rp2,1 miliar) milik mantan presiden Zimbabwe, Robert Mugabe.
Ketiga orang itu diduga telah menghabiskan uang tersebut untuk membeli mobil, rumah, dan hewan ternak.
Salah seorang dari mereka adalah Constantia Mugabe, yang terhitung masih keluarga dengan Robert Mugabe.
Dia diduga memiliki kunci rumah Mugabe yang terletak di Zvimba, dekat Ibu Kota Harare. Dengan menggunakan kunci itu pula, dia dituduh memberi akses masuk kepada dua rekannya.
Saat pencurian terjadi, antara 1 Desember hingga awal Januari, dua orang tersebut diperkerjakan sebagai tenaga pembersih.
"Johanne Mapurisa membeli Toyota Camry dan rumah seharga US$20.000 (Rp281 juta) setelah insiden," kata jaksa penuntut umum, Teveraishe Zinyemba, di pengadilan.
"Saymore Nhetekwa membeli Honda... dan hewan ternak termasuk babi dan sapi dengan harga yang tidak diungkap."
Mugabe, kini 94 tahun, dipaksa lengser dari jabatannya oleh militer Zimbabwe pada 2017.
Pada saat itu, dia telah berkuasa selama 37 tahun. Pertama sebagai perdana menteri dan belakangan sebagai presiden.
Sohor karena pernah menyatakan bahwa sebuah negara tidak bisa bangkrut, Mugabe dituduh menikmati gaya hidup mewah di kala ekonomi Zimbabwe sedang terpuruk.
Mata uang dollar AS dihargai tinggi di Zimbabwe, walau secara teori mata uang Zimbabwe diklaim setara dengan dollar AS.
Sejak tak lagi menjadi presiden, Mugabe kesulitan berjalan dan menghabiskan selama berbulan-bulan untuk berobat di Singapura.
Tidak jelas apakah dia sedang berada di rumah saat pencurian terjadi.
Ketiga tersangka itu telah dibebaskan menggunakan jaminan. Kantor berita AFP melaporkan orang keempat masih buron.
Ketiga orang itu diduga telah menghabiskan uang tersebut untuk membeli mobil, rumah, dan hewan ternak.
Salah seorang dari mereka adalah Constantia Mugabe, yang terhitung masih keluarga dengan Robert Mugabe.
Dia diduga memiliki kunci rumah Mugabe yang terletak di Zvimba, dekat Ibu Kota Harare. Dengan menggunakan kunci itu pula, dia dituduh memberi akses masuk kepada dua rekannya.
Saat pencurian terjadi, antara 1 Desember hingga awal Januari, dua orang tersebut diperkerjakan sebagai tenaga pembersih.
"Johanne Mapurisa membeli Toyota Camry dan rumah seharga US$20.000 (Rp281 juta) setelah insiden," kata jaksa penuntut umum, Teveraishe Zinyemba, di pengadilan.
"Saymore Nhetekwa membeli Honda... dan hewan ternak termasuk babi dan sapi dengan harga yang tidak diungkap."
Mugabe, kini 94 tahun, dipaksa lengser dari jabatannya oleh militer Zimbabwe pada 2017.
Pada saat itu, dia telah berkuasa selama 37 tahun. Pertama sebagai perdana menteri dan belakangan sebagai presiden.
Sohor karena pernah menyatakan bahwa sebuah negara tidak bisa bangkrut, Mugabe dituduh menikmati gaya hidup mewah di kala ekonomi Zimbabwe sedang terpuruk.
Mata uang dollar AS dihargai tinggi di Zimbabwe, walau secara teori mata uang Zimbabwe diklaim setara dengan dollar AS.
Sejak tak lagi menjadi presiden, Mugabe kesulitan berjalan dan menghabiskan selama berbulan-bulan untuk berobat di Singapura.
Tidak jelas apakah dia sedang berada di rumah saat pencurian terjadi.
Ketiga tersangka itu telah dibebaskan menggunakan jaminan. Kantor berita AFP melaporkan orang keempat masih buron.
Sunday, January 13, 2019
Kevin Fret ditembak mati di Puerto Rico
Penyanyi rap gay, yang juga seorang aktivis untuk komunitas LGBT, Kevin Fret, ditembak mati di Puerto Rico pada usia 24 tahun.
Fret yang merupakan musisi Latin trap pertama yang mengaku sebagai gay di depan umum, ditembak di ibu kota Puerto Rico, San Juan, pada Kamis (10/1), kata polisi.
Ia ditembak sebanyak delapan kali saat mengendarai sepeda motor. Polisi tengah menyelidiki insiden penembakan ini.
Kematian Fret membuat jumlah pembunuhan di Puerto Rico tahun ini bertambah menjadi 22 kasus, tambah polisi.
Manajer Fret, Eduardo Rodriguez, menggambarkan Fret sebagai artis yang memiliki "jiwa seni" dan memiliki hasrat kuat untuk bermusik.
Rodriguez mengonfirmasi kematiannya dengan mengatakan: "Tidak ada kata-kata yang bisa menggambarkan perasaan kami dan rasa sakit karena mengetahui seseorang yang memiliki begitu banyak mimpi harus pergi.
"Kita semua harus bersatu dalam masa-masa sulit ini dan berdoa untuk kedamaian bagi negara kita yang tercinta, Puerto Rico."
Dalam beberapa pekan terakhir, tindak kejahatan di jalanan Puerto Rico mengalami peningkatan. Polisi menggambarkan kejahatan di negara yang terletak di pulau Karibia ini sebagai "krisis kekerasan".
Video terbaru milik sang rapper, Soy Asi, sudah ditonton oleh lebih dari setengah juta orang di YouTube.
"Saya orang yang tidak peduli dengan apa yang orang lain katakan," katanya kepada majalah online Paper tahun lalu.
"(Sekarang saya melihat) para remaja gay atau lesbian memandang saya sebagai panutan, seperti wow, jika ia melakukannya, dan tidak peduli dengan pendapat orang lain, saya juga bisa melakukannya."
Sebelumnya, Fret pernah terlibat kasus kekerasan. Ketika tinggal di Miami tahun lalu, dia pernah berurusan dengan pihak berwajib atas dugaan melakukan kekerasan.
Fret mengatakan dia diserang karena orientasi seksualnya dan dia melemparkan botol besi ke seorang laki-laki.
Ia juga merespons ancaman homofobik pada lirik seorang musisi yang merupakan rivalnya dalam bermusik. Beberapa pendukung Fret menduga bahwa kasus pembunuhan ini berlatar belakang kebencian.
Fret yang merupakan musisi Latin trap pertama yang mengaku sebagai gay di depan umum, ditembak di ibu kota Puerto Rico, San Juan, pada Kamis (10/1), kata polisi.
Ia ditembak sebanyak delapan kali saat mengendarai sepeda motor. Polisi tengah menyelidiki insiden penembakan ini.
Kematian Fret membuat jumlah pembunuhan di Puerto Rico tahun ini bertambah menjadi 22 kasus, tambah polisi.
Manajer Fret, Eduardo Rodriguez, menggambarkan Fret sebagai artis yang memiliki "jiwa seni" dan memiliki hasrat kuat untuk bermusik.
Rodriguez mengonfirmasi kematiannya dengan mengatakan: "Tidak ada kata-kata yang bisa menggambarkan perasaan kami dan rasa sakit karena mengetahui seseorang yang memiliki begitu banyak mimpi harus pergi.
"Kita semua harus bersatu dalam masa-masa sulit ini dan berdoa untuk kedamaian bagi negara kita yang tercinta, Puerto Rico."
Dalam beberapa pekan terakhir, tindak kejahatan di jalanan Puerto Rico mengalami peningkatan. Polisi menggambarkan kejahatan di negara yang terletak di pulau Karibia ini sebagai "krisis kekerasan".
Video terbaru milik sang rapper, Soy Asi, sudah ditonton oleh lebih dari setengah juta orang di YouTube.
"Saya orang yang tidak peduli dengan apa yang orang lain katakan," katanya kepada majalah online Paper tahun lalu.
"(Sekarang saya melihat) para remaja gay atau lesbian memandang saya sebagai panutan, seperti wow, jika ia melakukannya, dan tidak peduli dengan pendapat orang lain, saya juga bisa melakukannya."
Sebelumnya, Fret pernah terlibat kasus kekerasan. Ketika tinggal di Miami tahun lalu, dia pernah berurusan dengan pihak berwajib atas dugaan melakukan kekerasan.
Fret mengatakan dia diserang karena orientasi seksualnya dan dia melemparkan botol besi ke seorang laki-laki.
Ia juga merespons ancaman homofobik pada lirik seorang musisi yang merupakan rivalnya dalam bermusik. Beberapa pendukung Fret menduga bahwa kasus pembunuhan ini berlatar belakang kebencian.
Thursday, January 10, 2019
Inggris Melarang Penjualan Kucing dan Anjing
Inggris akan melarang penjualan anak anjing dan kucing dalam upaya menindak ekploitasi terhadap hewan peliharaan.
Ketika undang-undang berlaku tahun depan, warga Inggris harus berurusan langsung dengan peternak atau dengan pusat pemeliharaan hewan jika mereka ingin membeli anak kucing atau anak anjing yang berusia kurang dari 6 bulan, menurut laporan Russia Today, 8 Januari 2019.
Langkah ini diumumkan oleh Departemen Lingkungan Pangan dan Urusan Pedesaan (Defra) setelah dukungan publik selama konsultasi untuk undang-undang.
Diharapkan prosedur ini dapat membuat pecinta binatang berpikir dua kali ketika memutuskan untuk memelihara anak kucing atau anjing.
Di Inggris, masa liburan adalah waktu yang populer untuk membeli hewan peliharaan, namun kemudian banyak yang diterlantarkan diterlantarkan atau diberikan ke pusat pemeliharaan hewan.
"Saya mendesak siapa pun yang berpikir untuk membeli anak anjing, atau hewan peliharaan apa pun, pada saat ini untuk berhenti sejenak dan berpikir dengan teliti sebelum melakukannya," kata Menteri Kesejahteraan Hewan Inggris David Rutley.
"Larangan penjualan anak anjing dan kucing ini adalah bagian dari komitmen kami untuk memastikan hewan peliharaan yang sangat dicintai bangsa ini diperlakukan dengan baik," lanjut David.
Undang-undang ini juga dikenal sebagai "Hukum Lucy" setelah anjing ras Cavalier King Charles Spaniel diperlakukan buruk di sebuah peternakan anak anjing Welsh.
Dokter hewan Inggris Marc Abraham, yang meluncurkan kampanye untuk undang-undang tersebut, memuji langkah ini sebagai kemenangan kampanye aktivis pecinta hewan.
Larangan penjualan anak kucing dan anjing akan mulai berlaku menyesuaikan pengesahan parlemen Inggris pada 2019, setelah undang-undang perlindungan hewan peliharaan lainnya berlaku pada 1 Oktober tahun lalu, yang melarang penjual hewan peliharaan berlisensi menjual kucing dan anjing yang berumur kurang dari delapan minggu.
Ketika undang-undang berlaku tahun depan, warga Inggris harus berurusan langsung dengan peternak atau dengan pusat pemeliharaan hewan jika mereka ingin membeli anak kucing atau anak anjing yang berusia kurang dari 6 bulan, menurut laporan Russia Today, 8 Januari 2019.
Langkah ini diumumkan oleh Departemen Lingkungan Pangan dan Urusan Pedesaan (Defra) setelah dukungan publik selama konsultasi untuk undang-undang.
Diharapkan prosedur ini dapat membuat pecinta binatang berpikir dua kali ketika memutuskan untuk memelihara anak kucing atau anjing.
Di Inggris, masa liburan adalah waktu yang populer untuk membeli hewan peliharaan, namun kemudian banyak yang diterlantarkan diterlantarkan atau diberikan ke pusat pemeliharaan hewan.
"Saya mendesak siapa pun yang berpikir untuk membeli anak anjing, atau hewan peliharaan apa pun, pada saat ini untuk berhenti sejenak dan berpikir dengan teliti sebelum melakukannya," kata Menteri Kesejahteraan Hewan Inggris David Rutley.
"Larangan penjualan anak anjing dan kucing ini adalah bagian dari komitmen kami untuk memastikan hewan peliharaan yang sangat dicintai bangsa ini diperlakukan dengan baik," lanjut David.
Undang-undang ini juga dikenal sebagai "Hukum Lucy" setelah anjing ras Cavalier King Charles Spaniel diperlakukan buruk di sebuah peternakan anak anjing Welsh.
Dokter hewan Inggris Marc Abraham, yang meluncurkan kampanye untuk undang-undang tersebut, memuji langkah ini sebagai kemenangan kampanye aktivis pecinta hewan.
Larangan penjualan anak kucing dan anjing akan mulai berlaku menyesuaikan pengesahan parlemen Inggris pada 2019, setelah undang-undang perlindungan hewan peliharaan lainnya berlaku pada 1 Oktober tahun lalu, yang melarang penjual hewan peliharaan berlisensi menjual kucing dan anjing yang berumur kurang dari delapan minggu.
Wednesday, January 9, 2019
Pembunuh berantai yang ternyata adalah Pengemudi UBER
Seorang pengemudi Uber yang dituduh membunuh enam orang secara acak dalam sebuah penembakan di negara bagian Michigan, Amerika Serikat, pada 2016 telah mengaku bersalah atas pembunuhan, percobaan pembunuhan, dan pelanggaran senjata api.
Empat orang tewas di sebuah restoran dan dua lainnya di sebuah dealer mobil dalam sebuah penembakan di Kota Kalamazoo.
Jason Dalton, 48, pada awalnya beralasan bahwa pembunuhan-pembunuhan itu dilakukan karena aplikasi Uber telah mengendalikan "pikiran dan tubuhnya".
Tetapi dia mengubah dalihnya sesaat sebelum persidangannya dimulai.
Tidak ada kesepakatan yang ditawarkan kepada Dalton atas pengakuan bersalah itu, kata jaksa penuntut.
Dakwaannya terdiri dari enam pidana pembunuhan, dua percobaan pembunuhan, dan delapan pasal terkait dengan pelanggaran senjata api. Dia sekarang menghadapi hukuman seumur hidup tanpa pembebasan bersyarat.
Saat pemilihan panel juri pengadilan masih berlangsung, Dalton mengubah dalihnya dan kemudian mengaku bersalah meskipun pengacaranya keberatan.
Dia mengatakan kepada hakim di pengadilan Kalamazoo bahwa keputusannya itu dibuat atas kehendaknya sendiri, dan menambahkan bahwa dia telah "menginginkan hal (pengakuan bersalah) ini cukup lama".
Sebelumnya, dilaporkan Dalton mengatakan kepada polisi bahwa ia dibuat menjadi 'boneka' oleh aplikasi Uber, yang mengarahkannya untuk menembak orang secara acak selama lima jam pada Februari 2016.
Tidak ada satupun korban itu yang merupakan pelanggan Uber, dan menurut polisi Dalton terus mengambil penumpang selama penembakan di Kalamazoo, sebuah kota kecil sekitar 241 km di barat Detroit.
Penembakan itu terjadi pada Sabtu malam di tiga lokasi - di luar restoran Cracker Barrel, sebuah dealer mobil Kia dan sebuah blok apartemen.
- Penembakan pertama terjadi di luar gedung perumahan Kalamazoo sekitar pukul 17.30 waktu setempat (05.30 WIB pada Minggu). Seorang perempuan ditembak beberapa kali - dilaporkan di depan anak-anaknya. Dia kemudian dibawa ke rumah sakit dalam kondisi serius.
- Sekitar pukul 22.00 waktu setempat, seorang ayah dan anak laki-lakinya ditembak dan dibunuh dan orang ketiga terluka di dealer mobil.
- Sekitar pukul 22.15, penembakan ketiga terjadi di tempat parkir restoran Cracker Barrel. Mary Lou Nye, 62, dari Baroda, Michigan, tewas bersama Dorothy Brown, 74; Barbara Hawthorne, 68, dan Mary Jo Nye, 60, semuanya dari Battle Creek, Michigan. Seorang gadis, 14, terluka parah
Menyusul penahanannya malam itu, Uber mengkonfirmasi bahwa Dalton adalah seorang pengemudi yang terdaftar di perusahaan taksi online itu, yang mengeluarkan pernyataan bahwa perusahaan itu "ngeri dan terpukul" oleh tindakannya itu.
Dalton telah menjalani pemeriksaan latar belakang tetapi lulus karena dia tidak memiliki catatan kriminal, kata Uber.
Empat orang tewas di sebuah restoran dan dua lainnya di sebuah dealer mobil dalam sebuah penembakan di Kota Kalamazoo.
Jason Dalton, 48, pada awalnya beralasan bahwa pembunuhan-pembunuhan itu dilakukan karena aplikasi Uber telah mengendalikan "pikiran dan tubuhnya".
Tetapi dia mengubah dalihnya sesaat sebelum persidangannya dimulai.
Tidak ada kesepakatan yang ditawarkan kepada Dalton atas pengakuan bersalah itu, kata jaksa penuntut.
Dakwaannya terdiri dari enam pidana pembunuhan, dua percobaan pembunuhan, dan delapan pasal terkait dengan pelanggaran senjata api. Dia sekarang menghadapi hukuman seumur hidup tanpa pembebasan bersyarat.
Saat pemilihan panel juri pengadilan masih berlangsung, Dalton mengubah dalihnya dan kemudian mengaku bersalah meskipun pengacaranya keberatan.
Dia mengatakan kepada hakim di pengadilan Kalamazoo bahwa keputusannya itu dibuat atas kehendaknya sendiri, dan menambahkan bahwa dia telah "menginginkan hal (pengakuan bersalah) ini cukup lama".
Sebelumnya, dilaporkan Dalton mengatakan kepada polisi bahwa ia dibuat menjadi 'boneka' oleh aplikasi Uber, yang mengarahkannya untuk menembak orang secara acak selama lima jam pada Februari 2016.
Tidak ada satupun korban itu yang merupakan pelanggan Uber, dan menurut polisi Dalton terus mengambil penumpang selama penembakan di Kalamazoo, sebuah kota kecil sekitar 241 km di barat Detroit.
Penembakan itu terjadi pada Sabtu malam di tiga lokasi - di luar restoran Cracker Barrel, sebuah dealer mobil Kia dan sebuah blok apartemen.
- Penembakan pertama terjadi di luar gedung perumahan Kalamazoo sekitar pukul 17.30 waktu setempat (05.30 WIB pada Minggu). Seorang perempuan ditembak beberapa kali - dilaporkan di depan anak-anaknya. Dia kemudian dibawa ke rumah sakit dalam kondisi serius.
- Sekitar pukul 22.00 waktu setempat, seorang ayah dan anak laki-lakinya ditembak dan dibunuh dan orang ketiga terluka di dealer mobil.
- Sekitar pukul 22.15, penembakan ketiga terjadi di tempat parkir restoran Cracker Barrel. Mary Lou Nye, 62, dari Baroda, Michigan, tewas bersama Dorothy Brown, 74; Barbara Hawthorne, 68, dan Mary Jo Nye, 60, semuanya dari Battle Creek, Michigan. Seorang gadis, 14, terluka parah
Menyusul penahanannya malam itu, Uber mengkonfirmasi bahwa Dalton adalah seorang pengemudi yang terdaftar di perusahaan taksi online itu, yang mengeluarkan pernyataan bahwa perusahaan itu "ngeri dan terpukul" oleh tindakannya itu.
Dalton telah menjalani pemeriksaan latar belakang tetapi lulus karena dia tidak memiliki catatan kriminal, kata Uber.
Tuesday, January 8, 2019
Lima Hal Menarik tentang Gedung Pentagon
Pentagon menjadi sorotan akhir-akhir ini setelah Jim Mattis mengundurkan diri dari posisinya sebagai menteri Pertahanan.
Mattis mengaku mengundurkan diri, seperti dilansir Reuters, setelah berbeda pandangan dengan Trump mengenai penarikan pasukan AS dari Suriah dan Afganistan pada Desember 2018.
Pentagon merupakan kantor tempat Mattis berkegiatan sehari-hari. Saat ini, posisinya diisi sementara oleh Wakil Menhan Patrick Shanahan.
Berikut ini 5 hal mengenai Gedung Pentagon berdasarkan situs defense.gov:
1. Desain Pentagon atau segi lima
Gedung Pentagon berdesain lima sisi karena awalnya gedung ini bakal berdiri di sebuah lokasi yang berbatasan dengan lima jalan raya. Itu sebabnya arsitek merancang gedung dengan desain lima sisi. Namun, Presiden Franklin D. Roosevelt merasa khawatir Gedung Pentagon bakal menghalangi pemandangan Arlington Cemetery dari Washington sehingga dipindah ke lokasi sekarang di Arlington County, Virginia.
2. 11 September
Tanggal ini memiliki arti bagi Gedung Pentagon. Ini karena tanggal ini menunjukkan waktu dimulainya pembangunan gedung yaitu pada 11 September 1941. Dan gedung ini juga mengalami serangan tepat 60 tahun kemudian pada peristiwa yang disebut sebagai Serangan 11 September oleh teroris.
3. Sangat Luas
Gedung ini tercatat sebagai gedung bertingkat rendah terluas di dunia. Luas bangunan mencapai sekitar 6.5 juta kaki per segeri atau tiga kali luas dari Empire State Building. Gedung ini memiliki 7.754 jendela dan 17.5 mil koridor. Namun, gedung didesain untuk memudahkan orang berjalan antara dua titik terjauh di gedung yaitu 7 menit.
4. Bahan material
Gedung ini dibuat dengan baja yang jumlahnya cukup untuk membangun sebuah kapal perang besar. Dibutuhkan sekitar 689 ribu ton pasir dan batu untuk membuat tembok beton yang diperkuat.
5. Satu elevator
Sebelum 2011, Gedung Pentagon ini hanya memiliki satu elevator untuk menteri Pertahanan. Lalu ada renovasi yang berlangsung cukup lama untuk membuat tambahan 70 elevator bagi para pegawai. Sebelumnya, pegawai naik turun gedung menggunakan tangga.
Mattis mengaku mengundurkan diri, seperti dilansir Reuters, setelah berbeda pandangan dengan Trump mengenai penarikan pasukan AS dari Suriah dan Afganistan pada Desember 2018.
Pentagon merupakan kantor tempat Mattis berkegiatan sehari-hari. Saat ini, posisinya diisi sementara oleh Wakil Menhan Patrick Shanahan.
Berikut ini 5 hal mengenai Gedung Pentagon berdasarkan situs defense.gov:
1. Desain Pentagon atau segi lima
Gedung Pentagon berdesain lima sisi karena awalnya gedung ini bakal berdiri di sebuah lokasi yang berbatasan dengan lima jalan raya. Itu sebabnya arsitek merancang gedung dengan desain lima sisi. Namun, Presiden Franklin D. Roosevelt merasa khawatir Gedung Pentagon bakal menghalangi pemandangan Arlington Cemetery dari Washington sehingga dipindah ke lokasi sekarang di Arlington County, Virginia.
2. 11 September
Tanggal ini memiliki arti bagi Gedung Pentagon. Ini karena tanggal ini menunjukkan waktu dimulainya pembangunan gedung yaitu pada 11 September 1941. Dan gedung ini juga mengalami serangan tepat 60 tahun kemudian pada peristiwa yang disebut sebagai Serangan 11 September oleh teroris.
3. Sangat Luas
Gedung ini tercatat sebagai gedung bertingkat rendah terluas di dunia. Luas bangunan mencapai sekitar 6.5 juta kaki per segeri atau tiga kali luas dari Empire State Building. Gedung ini memiliki 7.754 jendela dan 17.5 mil koridor. Namun, gedung didesain untuk memudahkan orang berjalan antara dua titik terjauh di gedung yaitu 7 menit.
4. Bahan material
Gedung ini dibuat dengan baja yang jumlahnya cukup untuk membangun sebuah kapal perang besar. Dibutuhkan sekitar 689 ribu ton pasir dan batu untuk membuat tembok beton yang diperkuat.
5. Satu elevator
Sebelum 2011, Gedung Pentagon ini hanya memiliki satu elevator untuk menteri Pertahanan. Lalu ada renovasi yang berlangsung cukup lama untuk membuat tambahan 70 elevator bagi para pegawai. Sebelumnya, pegawai naik turun gedung menggunakan tangga.
Monday, January 7, 2019
Terror dilakukan setelah cinta ditolak
Seorang wanita ditangkap kepolisian AS karena mengirim 160 ribu pesan berisi teror usai cintanya ditolak oleh miliarder yang dikenalnya lewat situs kencan.
Jacquelyn Ades dari Florida dituduh meneror direktur perusahaan perawatan kulit setelah menyampaikan pesan: "Aku akan membuat sushi dari ginjal dan sumpit dari tulang tangan kamu", seperti yang dilansir dari Mirror.co.uk.
Ahli kecantikan berusia 31 tahun itu kini sedang menunggu persidangan atas tuduhan menguntit dan melakukan pelanggaran pidana di Arizona, AS.
Pesan teror hanyalah salah satu dari sekian pesan teks lainnya. Dia juga diduga mengirim ancaman seperti "oh apa yang akan kulakukan dengan darahku! Aku ingin mandi di dalamnya" dan "Saya akan memakai fasia kamu di bagian atas tengkorak dan tangan kamu", merujuk fascia yang merupakan lapisan tipis jaringan pada otot dan organ.
Ades ditangkap pada Mei setelah muncul di tempat kerja pria itu mengaku sebagai istrinya, sebulan sebelum dia tertangkap mandi di rumahnya ketika dia berada di luar negeri.
Pasangan ini hanya bertemu sekali pada kencan pertama mereka, lapor Daily Mail, tetapi pria itu, yang hanya diidentifikasi sebagai CEO perusahaan di wilayah Scottsdale, tidak tertarik untuk menjalin hubungan dengannya.
Meskipun demikian, Ades mengirim ribuan pesan dan terkadang hingga 500 pesan sehari, di mana banyak di antaranya berisi pesan sadis atau ancaman.
Dia ditangkap pada Mei 2018 dengan tuduhan penguntit dan kejahatan, dan polisi pada saat itu percaya dia mengirim 65.000 pesan kepada mereka lebih dari 10 bulan.
Tetapi penyelidikan lebih lanjut atas laporan polisi dan wawancara dengan The Arizona Republic menemukan jumlahnya lebih dari dua kali lipat.
Ades mengatakan dia bertemu lelaki itu melalui Luxy, situs kencan untuk para miliarder.
Dia diduga terus mengirim pesan ancaman, dan pada April tahun lalu memutuskan untuk mandi di dalam rumah korban.
Pria itu melihatnya di video pengawasan rumah ketika dia berada di luar negeri dan menelepon polisi, yang menemukannya di bak mandi.
Mereka diduga juga menemukan pisau daging di kursi penumpang mobilnya.
"Saya kira saya membuat seluruh skenario di kepala saya bahwa saya tinggal di sini, jadi saya datang ke sini dan berpura-pura itulah yang terjadi," katanya kepada polisi.
Setelah kejadian itu, Ades terus mengirim pesan ancaman salah satunya, "Kamu melakukan apa pun yang harus kamu lakukan untuk sampai di sini...tetapi jangan pernah mencoba meninggalkan aku... Aku akan membunuhmu. Aku tidak ingin menjadi pembunuh".
Menurut catatan kepolisian Ades menunjukkan tanda-tanda memiliki kelainan mental.
Wanita itu saat ini ditahan tanpa jaminan di Penjara Maricopa menjelang sidang atas tuduhan teror dan menguntit teman kencannya yang dijadwalkan pada Februari.
Jacquelyn Ades dari Florida dituduh meneror direktur perusahaan perawatan kulit setelah menyampaikan pesan: "Aku akan membuat sushi dari ginjal dan sumpit dari tulang tangan kamu", seperti yang dilansir dari Mirror.co.uk.
Ahli kecantikan berusia 31 tahun itu kini sedang menunggu persidangan atas tuduhan menguntit dan melakukan pelanggaran pidana di Arizona, AS.
Pesan teror hanyalah salah satu dari sekian pesan teks lainnya. Dia juga diduga mengirim ancaman seperti "oh apa yang akan kulakukan dengan darahku! Aku ingin mandi di dalamnya" dan "Saya akan memakai fasia kamu di bagian atas tengkorak dan tangan kamu", merujuk fascia yang merupakan lapisan tipis jaringan pada otot dan organ.
Ades ditangkap pada Mei setelah muncul di tempat kerja pria itu mengaku sebagai istrinya, sebulan sebelum dia tertangkap mandi di rumahnya ketika dia berada di luar negeri.
Pasangan ini hanya bertemu sekali pada kencan pertama mereka, lapor Daily Mail, tetapi pria itu, yang hanya diidentifikasi sebagai CEO perusahaan di wilayah Scottsdale, tidak tertarik untuk menjalin hubungan dengannya.
Meskipun demikian, Ades mengirim ribuan pesan dan terkadang hingga 500 pesan sehari, di mana banyak di antaranya berisi pesan sadis atau ancaman.
Dia ditangkap pada Mei 2018 dengan tuduhan penguntit dan kejahatan, dan polisi pada saat itu percaya dia mengirim 65.000 pesan kepada mereka lebih dari 10 bulan.
Tetapi penyelidikan lebih lanjut atas laporan polisi dan wawancara dengan The Arizona Republic menemukan jumlahnya lebih dari dua kali lipat.
Ades mengatakan dia bertemu lelaki itu melalui Luxy, situs kencan untuk para miliarder.
Dia diduga terus mengirim pesan ancaman, dan pada April tahun lalu memutuskan untuk mandi di dalam rumah korban.
Pria itu melihatnya di video pengawasan rumah ketika dia berada di luar negeri dan menelepon polisi, yang menemukannya di bak mandi.
Mereka diduga juga menemukan pisau daging di kursi penumpang mobilnya.
"Saya kira saya membuat seluruh skenario di kepala saya bahwa saya tinggal di sini, jadi saya datang ke sini dan berpura-pura itulah yang terjadi," katanya kepada polisi.
Setelah kejadian itu, Ades terus mengirim pesan ancaman salah satunya, "Kamu melakukan apa pun yang harus kamu lakukan untuk sampai di sini...tetapi jangan pernah mencoba meninggalkan aku... Aku akan membunuhmu. Aku tidak ingin menjadi pembunuh".
Menurut catatan kepolisian Ades menunjukkan tanda-tanda memiliki kelainan mental.
Wanita itu saat ini ditahan tanpa jaminan di Penjara Maricopa menjelang sidang atas tuduhan teror dan menguntit teman kencannya yang dijadwalkan pada Februari.
Saturday, January 5, 2019
3 WNI disandera di luar negeri
Kementerian Luar Negeri RI membenarkan sandera dalam sebuah rekaman video yang beredar sekarang adalah sandera asal Indonesia. Sandera itu bernama Samsul Sangunim, yang diculik bersama Usman Yunus di Pulau Gaya, Semporna, Malaysia, 11 September 2018.
Pada pekan kedua Desember 2018, Usman bisa membebaskan diri saat para penculik lengah. Dia sekarang sudah berkumpul bersama keluarganya di Dusun Bromo, Polewali Mandar. Dengan begitu, total ada tiga sandera WNI diculik kelompok radikal Abu Sayyaf saat ini.
“Pemerintah terus melakukan upaya-upaya pembebasan terhadap 3 WNI yang saat ini masih disandera di Filipina Selatan dengan menggunakan seluruh aset yang dimiliki di Indonesia maupun di Filipina. Dalam proses tersebut, keselamatan sandera selalu menjadi perhatian utama,” tulis Kementerian Luar Negeri RI, Sabtu, 5 Januari 2019.
Dalam keterangannya, Kementerian Luar Negeri mengatakan sejak penyanderaan WNI pertama kalinya pada 2016, penyebaran video semacam ini sudah beberapa kali dilakukan oleh penyandera. Rekaman video yang memperlihatkan Samsul mengiba agar dibebaskan diduga dikirim oleh Abu Sayyaf ke pemilik kapal yang tampaknya sedang melakukan negosiasi dengan para penculik yang menuntut uang tebusan untuk pembebasannya. Sejumlah media di Filipina memberitakan, kelompok Abu Sayyaf meminta uang tebusan untuk Samsul sebesar 4 juta peso atau sekitar Rp 2,9 miliar.
Samsul saat ini disandera bersama tiga korban penculikan lainnya, yakni satu orang warga negara Malaysia dan dua warga negara Indonesia. Ketiga sandera itu diculik pada 6 Desember 2018 di perairan Kinabatangan sebuah wilayah dekat rantai kepulauan Tawi-Tawi, Lahad Datu, Filipina.
Ketiga sandera yang sekarang ditahan bersama Samsul adalah Hariadin Rere, 45 tahun, Heri Ardiansyah, 19 tahun dan Jari Abdullah, 34 tahun. Total sejak 2016, ada 36 nelayan WNI yang menjadi korban penyanderaan kelompok radikal di Filipina. Dari jumlah tersebut, 33 orang sudah dibebaskan, dan 3 lagi masih dalam penyanderaan, termasuk Samsul.
Pada pekan kedua Desember 2018, Usman bisa membebaskan diri saat para penculik lengah. Dia sekarang sudah berkumpul bersama keluarganya di Dusun Bromo, Polewali Mandar. Dengan begitu, total ada tiga sandera WNI diculik kelompok radikal Abu Sayyaf saat ini.
“Pemerintah terus melakukan upaya-upaya pembebasan terhadap 3 WNI yang saat ini masih disandera di Filipina Selatan dengan menggunakan seluruh aset yang dimiliki di Indonesia maupun di Filipina. Dalam proses tersebut, keselamatan sandera selalu menjadi perhatian utama,” tulis Kementerian Luar Negeri RI, Sabtu, 5 Januari 2019.
Dalam keterangannya, Kementerian Luar Negeri mengatakan sejak penyanderaan WNI pertama kalinya pada 2016, penyebaran video semacam ini sudah beberapa kali dilakukan oleh penyandera. Rekaman video yang memperlihatkan Samsul mengiba agar dibebaskan diduga dikirim oleh Abu Sayyaf ke pemilik kapal yang tampaknya sedang melakukan negosiasi dengan para penculik yang menuntut uang tebusan untuk pembebasannya. Sejumlah media di Filipina memberitakan, kelompok Abu Sayyaf meminta uang tebusan untuk Samsul sebesar 4 juta peso atau sekitar Rp 2,9 miliar.
Samsul saat ini disandera bersama tiga korban penculikan lainnya, yakni satu orang warga negara Malaysia dan dua warga negara Indonesia. Ketiga sandera itu diculik pada 6 Desember 2018 di perairan Kinabatangan sebuah wilayah dekat rantai kepulauan Tawi-Tawi, Lahad Datu, Filipina.
Ketiga sandera yang sekarang ditahan bersama Samsul adalah Hariadin Rere, 45 tahun, Heri Ardiansyah, 19 tahun dan Jari Abdullah, 34 tahun. Total sejak 2016, ada 36 nelayan WNI yang menjadi korban penyanderaan kelompok radikal di Filipina. Dari jumlah tersebut, 33 orang sudah dibebaskan, dan 3 lagi masih dalam penyanderaan, termasuk Samsul.
Friday, January 4, 2019
Thailand mendapat badai terburuk dalam puluhan tahun
Angin dan hujan badai tropis Pabuk yang menghantam Thailand selatan, diperkirakan badai terburuk di kawasan itu dalam 30 tahun terakhir.
Badai itu melanda daratan Jumat (04/01) pada pukul 12:45 waktu setempat, menyebabkan pohon tumbang mengenai perumahan di provinsi Nakhon Si Thammarat.
Badai kemudian bergerak ke Thailand selatan, mengenai daerah yang digemari para wisatawan.
Ribuan orang telah meninggalkan kepulauan Koh Samui, Koh Tao dan Koh Phangan
Paling tidak dua bandara terdekat di daratan utama telah ditutup dan layanan feri dihentikan sementara.
Para wisawatan yang terjebak di Koh Samui mengatakan kepada BBC bahwa pulau tersebut mengalami hujan deras, angin kencang dan ombak besar, serta mati listrik.
Penduduk juga mengatakan mereka diminta tetap di dalam rumah setelah pukul 16:00 sampai Sabtu pagi.
"Saya berbicara dengan warga asing semalam dan mereka tidak ketakutan, mereka memahami keadaaan," kata Krikkrai Songthanee, kepala daerah Koh Phangan, yang terkenal sebagai tempat diadakannya pesta meriah, lapor kantor berita AFP.
Dia mengatakan terdapat 10.000 turis yang masih berada di pulau itu.
Pusat badai tropis melewati Nakhon Si Thammarat, ke arah selatan dan diperkirakan akan melemah di atas provinsi Surat Thani.
"Tetapi semua kepulauan wisata di Teluk Thailand termasuk Koh Samui, Koh Phangan, Koh Tao akan terkena pengaruhnya karena badai Pabuk sangat kuat," kata pimpinan kantor metereologi Phuwieng Prakhammintara.
Seorang nelayan dilaporkan meninggal pada hari Jumat (04/01) pagi di provinsi Pattani, dekat perbatasan dengan Malaysia karena kapalnya ditelan ombak.
Kementerian Luar Negeri Inggris meminta warganya untuk hanya melakukan perjalanan jika memang diperlukan.
"Saat ini yang terjadi hanya hujan terus menerus tetapi saya diberitahu keadaan terburuk akan terjadi. Kami diberitahu tempat kami aman dan saya pikir besok sore keadaan sudah normal," katanya.
"Yang aneh adalah para penduduk setempat tidak terganggu sama sekali karena saya berpikir kepulauan lain mengalami keadaan yang lebih buruk dari pada di sini."
Meskipun badai hal yang biasa terjadi di Teluk Thailand pada saat ini, Pabuk dipandang yang terburuk dalam puluhan tahun.
Di masa lalu, badai tropis menewaskan ratusan orang tetapi pemerintah mengatakan mereka telah mempersiapkan diri dan dapat mengatasi badai.
Badai besar yang terakhir kali terjadi adalah Topan Gay pada tahun 1989 dan menewaskan ratusan orang.
Badan metereologi Thailand mengatakan badai akan terjadi di bagian selatan dalam beberapa hari ke depan dan "kemungkinan akan terjadi curah hujan lebat yang meluas di sebagian besar wilayah itu".
"Penduduk harus mengetahui bahwa keadaan ekstrem ini dapat menyebabkan banjir bandang dan kerusakan hutan," demikian peringatan pemerintah.
Badai akan melemah setelah melewati Teluk Thailand ke Laut Andaman, tetapi para wisatawan juga diperingatkan untuk bersiap-siap menghadapi hujan deras, laut bergolak dan longsor.
Di Thasala, Nakhon Si Thammarat, ribuan pengungsi harus dipindahkan ke aula universitas karena tempat perlindungan pemerintah dirusak badai.
Pada daerah di dekatnya, Kanom, seorang pengusaha mengatakan kepada BBC bahwa hotelnya yang berkapasitas 1.000 kamar ditutup untuk sementara. Tetapi dia optimistis wisatawan akan kembali begitu badai berakhir.
Badai itu melanda daratan Jumat (04/01) pada pukul 12:45 waktu setempat, menyebabkan pohon tumbang mengenai perumahan di provinsi Nakhon Si Thammarat.
Badai kemudian bergerak ke Thailand selatan, mengenai daerah yang digemari para wisatawan.
Ribuan orang telah meninggalkan kepulauan Koh Samui, Koh Tao dan Koh Phangan
Paling tidak dua bandara terdekat di daratan utama telah ditutup dan layanan feri dihentikan sementara.
Para wisawatan yang terjebak di Koh Samui mengatakan kepada BBC bahwa pulau tersebut mengalami hujan deras, angin kencang dan ombak besar, serta mati listrik.
Penduduk juga mengatakan mereka diminta tetap di dalam rumah setelah pukul 16:00 sampai Sabtu pagi.
"Saya berbicara dengan warga asing semalam dan mereka tidak ketakutan, mereka memahami keadaaan," kata Krikkrai Songthanee, kepala daerah Koh Phangan, yang terkenal sebagai tempat diadakannya pesta meriah, lapor kantor berita AFP.
Dia mengatakan terdapat 10.000 turis yang masih berada di pulau itu.
Pusat badai tropis melewati Nakhon Si Thammarat, ke arah selatan dan diperkirakan akan melemah di atas provinsi Surat Thani.
"Tetapi semua kepulauan wisata di Teluk Thailand termasuk Koh Samui, Koh Phangan, Koh Tao akan terkena pengaruhnya karena badai Pabuk sangat kuat," kata pimpinan kantor metereologi Phuwieng Prakhammintara.
Seorang nelayan dilaporkan meninggal pada hari Jumat (04/01) pagi di provinsi Pattani, dekat perbatasan dengan Malaysia karena kapalnya ditelan ombak.
Kementerian Luar Negeri Inggris meminta warganya untuk hanya melakukan perjalanan jika memang diperlukan.
"Saat ini yang terjadi hanya hujan terus menerus tetapi saya diberitahu keadaan terburuk akan terjadi. Kami diberitahu tempat kami aman dan saya pikir besok sore keadaan sudah normal," katanya.
"Yang aneh adalah para penduduk setempat tidak terganggu sama sekali karena saya berpikir kepulauan lain mengalami keadaan yang lebih buruk dari pada di sini."
Meskipun badai hal yang biasa terjadi di Teluk Thailand pada saat ini, Pabuk dipandang yang terburuk dalam puluhan tahun.
Di masa lalu, badai tropis menewaskan ratusan orang tetapi pemerintah mengatakan mereka telah mempersiapkan diri dan dapat mengatasi badai.
Badai besar yang terakhir kali terjadi adalah Topan Gay pada tahun 1989 dan menewaskan ratusan orang.
Badan metereologi Thailand mengatakan badai akan terjadi di bagian selatan dalam beberapa hari ke depan dan "kemungkinan akan terjadi curah hujan lebat yang meluas di sebagian besar wilayah itu".
"Penduduk harus mengetahui bahwa keadaan ekstrem ini dapat menyebabkan banjir bandang dan kerusakan hutan," demikian peringatan pemerintah.
Badai akan melemah setelah melewati Teluk Thailand ke Laut Andaman, tetapi para wisatawan juga diperingatkan untuk bersiap-siap menghadapi hujan deras, laut bergolak dan longsor.
Di Thasala, Nakhon Si Thammarat, ribuan pengungsi harus dipindahkan ke aula universitas karena tempat perlindungan pemerintah dirusak badai.
Pada daerah di dekatnya, Kanom, seorang pengusaha mengatakan kepada BBC bahwa hotelnya yang berkapasitas 1.000 kamar ditutup untuk sementara. Tetapi dia optimistis wisatawan akan kembali begitu badai berakhir.
Thursday, January 3, 2019
Duta Besar Korea Utara Membelot
Seorang diplomat asal Korea Utara Jo Song Gil, dilaporkan hilang setelah sebuah surat kabar di Korea Selatan mewartakan Jo sedang mencari suaka ke negara-negara barat. Jo adalah Duta Besar sementara Korea Utara untuk Italia.
Dikutip dari reuters.com, Kamis, 3 Januari 2019, Kim Min-ki, anggota parlemen Korea Utara mengatakan Jo dinyatakan menghilang bersama istrinya setelah meninggalkan kantor kedutaan besar Korea Utara di Italia pada awal November 2018.
Sebelumnya pada Kamis, 27 Desember 2018, surat kabar asal Korea Selatan JoongAng Ilbo mewartakan seorang diplomat yang tak mau dipublikasi identitasnya mengatakan Jo, 48 tahun, diduga kuat telah mengajukan sebuah suaka ke suatu negara barat. Saat ini Jo telah berada di sebuah tempat yang aman bersama keluarganya di bawah perlindungan pemerintah Italia.
“Mereka meninggalkan misi diplomatik dan menghilang,” kata Kim terkait nasib Jo dan keluarganya.
Jo menduduki jabatan sebagai Duta Besar Korea Utara untuk Italia pada Oktober 2017 atau setelah Italia mengeluarkan Duta Besar Mun Jong Nam sebagai bentuk protes negara itu atas uji coba nuklir dan rudal jarak jauh yang dilakukan Korea Utara. Pyongyang melakukan uji coba itu sebagai bentuk perlawanan atas sanksi-sanksi ekonomi yang dijatuhkan Dewan Keamanan PBB.
Kim menerangkan Jo bertugas di kantor Kedutaan Besar Korea Utara di Italia sejak Mei 2015 dan berakhir masa tugasnya pada November 2018. Posisi yang ditinggalkan oleh Jo saat ini telah diisi oleh Kim Chon, yang resmi menjabat sejak akhir November 2018. Surat kabar JoongAng Ilbo tidak menjelaskan apakah Jo sekarang ini masih berada di Italia.
Jika hilangnya Jo terkonfirmasi oleh Pyongyang, maka Jo masuk dalam daftar diplomat senior Korea Utara yang melarikan diri dari penindasan pemerintah Korea Utara di bawah kepemimpinan Kim Jong Un. Sebelumnya Thae Yong Ho, Wakil Duta Besar Korea Utara untuk Inggris, bersama keluarganya membelot ke Korea Selatan pada 2016. Dia menjadi diplomat tertinggi yang membelot ketika itu.
Dikutip dari reuters.com, Kamis, 3 Januari 2019, Kim Min-ki, anggota parlemen Korea Utara mengatakan Jo dinyatakan menghilang bersama istrinya setelah meninggalkan kantor kedutaan besar Korea Utara di Italia pada awal November 2018.
Sebelumnya pada Kamis, 27 Desember 2018, surat kabar asal Korea Selatan JoongAng Ilbo mewartakan seorang diplomat yang tak mau dipublikasi identitasnya mengatakan Jo, 48 tahun, diduga kuat telah mengajukan sebuah suaka ke suatu negara barat. Saat ini Jo telah berada di sebuah tempat yang aman bersama keluarganya di bawah perlindungan pemerintah Italia.
“Mereka meninggalkan misi diplomatik dan menghilang,” kata Kim terkait nasib Jo dan keluarganya.
Jo menduduki jabatan sebagai Duta Besar Korea Utara untuk Italia pada Oktober 2017 atau setelah Italia mengeluarkan Duta Besar Mun Jong Nam sebagai bentuk protes negara itu atas uji coba nuklir dan rudal jarak jauh yang dilakukan Korea Utara. Pyongyang melakukan uji coba itu sebagai bentuk perlawanan atas sanksi-sanksi ekonomi yang dijatuhkan Dewan Keamanan PBB.
Kim menerangkan Jo bertugas di kantor Kedutaan Besar Korea Utara di Italia sejak Mei 2015 dan berakhir masa tugasnya pada November 2018. Posisi yang ditinggalkan oleh Jo saat ini telah diisi oleh Kim Chon, yang resmi menjabat sejak akhir November 2018. Surat kabar JoongAng Ilbo tidak menjelaskan apakah Jo sekarang ini masih berada di Italia.
Jika hilangnya Jo terkonfirmasi oleh Pyongyang, maka Jo masuk dalam daftar diplomat senior Korea Utara yang melarikan diri dari penindasan pemerintah Korea Utara di bawah kepemimpinan Kim Jong Un. Sebelumnya Thae Yong Ho, Wakil Duta Besar Korea Utara untuk Inggris, bersama keluarganya membelot ke Korea Selatan pada 2016. Dia menjadi diplomat tertinggi yang membelot ketika itu.
Wednesday, January 2, 2019
Bocah 11 bulan ditemukan dalam kondisi hidup di bawah reruntuhan
Seorang bocah lelaki berusia 11 bulan yang diselamatkan dari puing-puing blok apartemen yang runtuh di kota Magnitogorsk, Rusia, dikatakan masih sadar tetapi lukanya "sangat serius".
Kementerian kesehatan negara itu mengatakan dia mengalami radang dingin akut pada sekujur tubuhnya, cidera kepala, dan patah tulang pada pergelangan kakinya.
Bocah itu, yang bernama Ivan, sudah dievakuasi ke ibu kota Moskow untuk dirawat lebih lanjut.
Ibunya juga selamat dari insiden ledakan gas yang membuat sebagian bangunan apartemen itu hancur.
Kejadian ini telah menewaskan sedikitnya sembilan orang, dan tiga puluh dua orang masih dinyatakan hilang.
Bocah itu ditemukan setelah berada di dalam reruntuhan bangunan lebih dari 30 jam dalam suhu di bawah nol di reruntuhan blok apartemen.
Dalam insiden mematikan lainnya di Magnitogorsk, sebuah mini bus berbahan gas meledak dan menewaskan tiga orang.
Ivan ditemukan terbungkus selimut di atas ranjangnya di bawah reruntuhan apartemen tersebut.
Bangunan apartemen itu terletak di kota Magnitogorsk, di wilayah Ural, sekitar 1.695 km dari ibu kota Moskow, di mana suhu siang hari sekitar -17C.
Salah-seorang tim penyelamat, Pyotr Gritsenko menggambarkan sosok bayi itu, yang awalnya dia pikirkan sebagai seorang remaja perempuan, saat ditemukan.
"Kami harus memastikan situasinya hening, sehingga kami bisa mendengar apakah ada suara atau tidak," katanya kepada saluran televisi pemerintah Rusia, Rossia 24.
"Salah seorang anggota tim penyelamat, Andrei Valman, mendengar bocah menangis dari reruntuhan bangunan apartemen, di dekat sisi bangunan yang masih berdiri.
"Setelah itu, kami menghentikan semua peralatan berat kami untuk memastikan lagi, dan mendengarkan. Ketika kami berkata 'Diam!' bayi itu bereaksi dan diam kembali. Ketika kami berkata, "Di mana kamu?" dia mulai bereaksi lagi.
"Ketika kami yakin, pimpinan tim kami, yang lebih berpengalaman, mengatakan 'Di sinilah kita akan bekerja' dan mengatakan agar kami semua mulai menghilangkan puing-puing."
Pihak berwenang sebelumnya mengumumkan mereka menghentikan sementara proses pencarian korban selamat setelah diketahui gedung itu tidak stabil.
"Mustahil untuk terus bekerja dalam kondisi seperti itu," kata Menteri kedaruratan Rusia, Yevgeny Zinichev, dengan mengatakan "ancaman nyata tertimpa bangunan yang akan runtuh"
Komplek bangunan apartemen itu merupakan rumah bagi 120 orang penghuninya, dan 48 blok apartemen runtuh akibat ledakan gas tersebut.
"Saya terbangun dan merasa diri saya terjatuh," kata seorang saksi mata kepada televisi Rusia, seperti dilaporkan kantor berita AFP.
"Dinding ruangan kami hilang tak berbekas. Ibuku berteriak dan anak saya terkubur."
Saksi lainnya berujar bahwa muncul "gelombang api" setelah ledakan terjadi.
Saluran televisi berita Vesti, Rusia mengatakan lebih dari 50 orang penghuni blok terdampak akibat ledakan itu sudah teridentifikasi.
Kementerian kesehatan negara itu mengatakan dia mengalami radang dingin akut pada sekujur tubuhnya, cidera kepala, dan patah tulang pada pergelangan kakinya.
Bocah itu, yang bernama Ivan, sudah dievakuasi ke ibu kota Moskow untuk dirawat lebih lanjut.
Ibunya juga selamat dari insiden ledakan gas yang membuat sebagian bangunan apartemen itu hancur.
Kejadian ini telah menewaskan sedikitnya sembilan orang, dan tiga puluh dua orang masih dinyatakan hilang.
Bocah itu ditemukan setelah berada di dalam reruntuhan bangunan lebih dari 30 jam dalam suhu di bawah nol di reruntuhan blok apartemen.
Dalam insiden mematikan lainnya di Magnitogorsk, sebuah mini bus berbahan gas meledak dan menewaskan tiga orang.
Ivan ditemukan terbungkus selimut di atas ranjangnya di bawah reruntuhan apartemen tersebut.
Bangunan apartemen itu terletak di kota Magnitogorsk, di wilayah Ural, sekitar 1.695 km dari ibu kota Moskow, di mana suhu siang hari sekitar -17C.
Salah-seorang tim penyelamat, Pyotr Gritsenko menggambarkan sosok bayi itu, yang awalnya dia pikirkan sebagai seorang remaja perempuan, saat ditemukan.
"Kami harus memastikan situasinya hening, sehingga kami bisa mendengar apakah ada suara atau tidak," katanya kepada saluran televisi pemerintah Rusia, Rossia 24.
"Salah seorang anggota tim penyelamat, Andrei Valman, mendengar bocah menangis dari reruntuhan bangunan apartemen, di dekat sisi bangunan yang masih berdiri.
"Setelah itu, kami menghentikan semua peralatan berat kami untuk memastikan lagi, dan mendengarkan. Ketika kami berkata 'Diam!' bayi itu bereaksi dan diam kembali. Ketika kami berkata, "Di mana kamu?" dia mulai bereaksi lagi.
"Ketika kami yakin, pimpinan tim kami, yang lebih berpengalaman, mengatakan 'Di sinilah kita akan bekerja' dan mengatakan agar kami semua mulai menghilangkan puing-puing."
Pihak berwenang sebelumnya mengumumkan mereka menghentikan sementara proses pencarian korban selamat setelah diketahui gedung itu tidak stabil.
"Mustahil untuk terus bekerja dalam kondisi seperti itu," kata Menteri kedaruratan Rusia, Yevgeny Zinichev, dengan mengatakan "ancaman nyata tertimpa bangunan yang akan runtuh"
Komplek bangunan apartemen itu merupakan rumah bagi 120 orang penghuninya, dan 48 blok apartemen runtuh akibat ledakan gas tersebut.
"Saya terbangun dan merasa diri saya terjatuh," kata seorang saksi mata kepada televisi Rusia, seperti dilaporkan kantor berita AFP.
"Dinding ruangan kami hilang tak berbekas. Ibuku berteriak dan anak saya terkubur."
Saksi lainnya berujar bahwa muncul "gelombang api" setelah ledakan terjadi.
Saluran televisi berita Vesti, Rusia mengatakan lebih dari 50 orang penghuni blok terdampak akibat ledakan itu sudah teridentifikasi.
Tuesday, January 1, 2019
1 Januari Dilarang Merokok di Semua Tempat Makan Malaysia
Pemerintah Malaysia mengeluarkan larangan merokok di semua tempat makan termasuk luar ruangan di seluruh Malaysia. Larangan ini mulai berlaku efektif tepat tengah malam 1 Januari 2019.
Dilansir dari Channel News Asia, 1 Januari 2019, larangan ini adalah bagian dari Regulasi Pengendalian Tembakau 2018, untuk melindungi publik dari paparan asap rokok, ungkap Dirjen Kementerian Kesehatan Noor Hisham Abdullah.
"Warga tidak diperbolehkan merokok di seluruh tempat makan, entah itu ber-AC atau tidak. Aturan ini berlaku di dalam dan luar ruangan gedung di seluruh tempat makan, restoran, food court dan lainnya," tegas Noor.
Kementerian menambahkan larangan ini meliputi seluruh tempat makan termasuk kedai kecil atau tempat makan bergerak, termasuk restoran di kapal dan kereta.
Menyesuaikan aturan baru ini, Noor Hisham mengingatkan para pemilik usaha tempat makan agar memindahkan semua asbak dan memasang rambu larangan merokok di tempatnya.
Sebelumnya pemerintah Singapura juga menaikkan batas usia minimal perokok dari 18 tahun menjadi 19 tahun, sebagai bagian dari rencana Singapura untuk menaikkan usia perokok sampai 22 tahun pada 2022.
Pelanggar yang kedapatan merokok di tempat makan Malaysia, akan didenda RM 10.000 (Rp 34,7 juta) atau dipenjara maksimal dua tahun.
Sementara pemilik tempat makan yang tidak memasang tanda larangan merokok di denda RM 3.000 (Rp 10 juta) atau penjara enam bulan, dan jika menyediakan fasilitas merokok dikenakan denda RM 5.000 (Rp 17 juta) atau penjara hingga satu tahun.
Dilansir dari Channel News Asia, 1 Januari 2019, larangan ini adalah bagian dari Regulasi Pengendalian Tembakau 2018, untuk melindungi publik dari paparan asap rokok, ungkap Dirjen Kementerian Kesehatan Noor Hisham Abdullah.
"Warga tidak diperbolehkan merokok di seluruh tempat makan, entah itu ber-AC atau tidak. Aturan ini berlaku di dalam dan luar ruangan gedung di seluruh tempat makan, restoran, food court dan lainnya," tegas Noor.
Kementerian menambahkan larangan ini meliputi seluruh tempat makan termasuk kedai kecil atau tempat makan bergerak, termasuk restoran di kapal dan kereta.
Menyesuaikan aturan baru ini, Noor Hisham mengingatkan para pemilik usaha tempat makan agar memindahkan semua asbak dan memasang rambu larangan merokok di tempatnya.
Sebelumnya pemerintah Singapura juga menaikkan batas usia minimal perokok dari 18 tahun menjadi 19 tahun, sebagai bagian dari rencana Singapura untuk menaikkan usia perokok sampai 22 tahun pada 2022.
Pelanggar yang kedapatan merokok di tempat makan Malaysia, akan didenda RM 10.000 (Rp 34,7 juta) atau dipenjara maksimal dua tahun.
Sementara pemilik tempat makan yang tidak memasang tanda larangan merokok di denda RM 3.000 (Rp 10 juta) atau penjara enam bulan, dan jika menyediakan fasilitas merokok dikenakan denda RM 5.000 (Rp 17 juta) atau penjara hingga satu tahun.
Subscribe to:
Comments (Atom)
Hot News :
Kapal Titanic kembali hidup
Kapal Impian Titanic beserta tragedi yang menimpanya tidak akan membuat kita lupa. Masih banyak ahli yang berusaha untuk memecahkan miste...








