Ratusan ribu warga dan turis diperkirakan bakal merayakan malam Tahun Baru 2019 di ibu kota London, Inggris.
Semua layanan transportasi di London, seperti dilansir Evening Standard, bakal disediakan gratis dari mulai Senin, 31 Desember 2018 pukul 11.45 malam hingga pukul 4.30 pagi, 1 Januari 2019. Layanan transportasi ini meliputi bus hingga kereta api.
Media Express melansir, pada peringatan malam tahun baru pada tahun lalu, ada sekitar 110 ribu warga turun ke kawasan Westminster di London. Mereka berkumpul untuk menikmati pertunjukan kembang api mewah. Sedangkan jutaan lainnya menonton televisi di rumah masing-masing.
“Pada malam tahun baru nanti, pertunjukan kembang api bakal dilakukan dari London Eye di ketinggian 135 meter dan akan menerangi langit kota dengan beragam cahaya,” begitu dilansir Express pada Ahad, 30 Desember 2018.
Tiket di venue di sekitar kawasan ini telah habis terjual. Sehingga warga bisa melihat tayangan langsung di televisi BBC1.
“Pertunjukan kembang api spesial tahun ini akan merayakan hubungan Inggris dengan Eroa dan menunjukkan kepada dunia bahwa #Londonisopen,” begitu dilansir kantor wali kota London seperti dikutip Express.
Pertunjukan kembang api pada malam tahun baru 2019 akan dimulai pada 8 malam dan berakhir keesokan harinya pada 1 Januari 2019 pukul 12.45 waktu setempat.
Warga juga bisa menikmati pesta perayaan tahun baru dengan mendatangi berbagai kafe dan resto di rooftop gedung di London.
Kota Manchester bakal merayakan juga pergantian tahun baru 2019 dengan pertunjukan kemabng api spektakuler. Acara ini bakal digelar oleh Hits Radio’s Wes Butters. Kembang api akan diluncurkan dari atap gedung balai kota. Acara ini bersifat non-miras dan diperuntukkan bagi keluarga.
Monday, December 31, 2018
Sunday, December 30, 2018
Diculik selama 32 tahun dan akhirnya dibebaskan
Seorang perempuan Argentina yang diculik oleh kelompok perdagangan manusia sekitar tahun 1980an, dipertemukan kembali dengan keluarganya dalam operasi gabungan polisi Argentina dan Bolivia.
Keberadaan perempuan, yang kini berusia 45 tahun itu tidak diketahui sampai awal tahun ini, hingga akhirnya polisi memperoleh petunjuk bahwa ia berada di Bermejo, Bolivia selatan.
Polisi kemudian menemukan rumah tempat ia disekap dan membebaskan perempuan itu dengan putranya yang berusia sembilan tahun.
Identitas ibu dan anaknya yang diselamatkan itu belum diungkapkan, namun pembebasannya dan putranya itu berlangsung awal bulan ini.
Dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada tanggal 25 Desember, polisi Argentina menyebutkan perempuan itu akhirnya bisa kembali lagi ke rumah keluarganya di Mar del Plata.
Namun, pernyataan tersebut tidak memerinci lebih lanjut tentang siapa yang bertanggung jawab atas penculikan mereka sekitar 32 tahun yang lalu.
Keberadaan perempuan, yang kini berusia 45 tahun itu tidak diketahui sampai awal tahun ini, hingga akhirnya polisi memperoleh petunjuk bahwa ia berada di Bermejo, Bolivia selatan.
Polisi kemudian menemukan rumah tempat ia disekap dan membebaskan perempuan itu dengan putranya yang berusia sembilan tahun.
Identitas ibu dan anaknya yang diselamatkan itu belum diungkapkan, namun pembebasannya dan putranya itu berlangsung awal bulan ini.
Dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada tanggal 25 Desember, polisi Argentina menyebutkan perempuan itu akhirnya bisa kembali lagi ke rumah keluarganya di Mar del Plata.
Namun, pernyataan tersebut tidak memerinci lebih lanjut tentang siapa yang bertanggung jawab atas penculikan mereka sekitar 32 tahun yang lalu.
Saturday, December 29, 2018
Pastor palsu baru ketahuan setelah 'berdinas' selama 18 tahun
Seorang pastor palsu bisa melakukan layanan rohani dan dipekerjakan Gereja Katolik di Spanyol selama 18 tahun sebelum akhirnya ketahuan dan dipecat.
Selama menjadi pastor palsu, Miguel Angel Ibarra sudah melakukan pemberkatan pernikahan dan pembaptisan di Kolombia, lalu di Spanyol selatan, meskipun belum pernah ditahbiskan.
Pihak gereja mengatakan, semua pernikahan dan pembaptisan itu masih tetap sah, namun semua upacara komuni dan pengakuan dosa yang dilakukannya, tidak sah.
Kebohongan Ibarra terbongkar setelah adanya seorang jemaat di Kolombia melaporkan bahwa Ibarra telah memalsukan dokumen-dokumennya.
Setelah dilakukan 'penyelidikan yang menyeluruh', ketahuan bahwa ia belum pernah ditahbiskan. Kini, ia diperintahkan untuk kembali ke tempat asalnya di Kolombia, kata pihak berwenang Gereja.
Ibarra pindah ke Spanyol Oktober lalu, lalu menetap di kota Medina-Sidonia, yang dihuni lebih dari 11.000 jiwa.
"Kejadian seperti ini mencoreng paroki dan para imam yang ditahbiskan, yang melayani Gereja setiap hari dengan penuh keteladanan," kata keuskupan setempat dalam sebuah pernyataan.
Ini bukan pertama kalinya seseorang ditangkap karena berpura-pura menjadi pastor Katolik.
Pada tahun 2008, seorang pria yang belum ditahbiskan kedapatan melayani ritual pengakuan dosa di Basilika Santo Petrus di Vatikan.
Ia mengenakan jubah padri, tetapi kemudian terbongkar kedoknya sebagai pastor palsu setelah dokumennya diperiksa oleh otoritas Italia.
Friday, December 28, 2018
Intelijen Cina dihukum seumur hidup terkait korupsi
Mantan kepala intelijen Cina, Ma Jian dijatuhi hukuman penjara seumur hidup setelah dinyatakan bersalah untuk berbagai tindak kejahatan, seperti menerima suap dan perdagangan saham ilegal.
Perkara Ma mulai diselidiki pada tahun 2015 dan ia dikeluarkan dari Partai Komunis setahun kemudian.
Menurut pengadilan di provinsi Liaoning itu, Ma mengaku bersalah, menerima putusan dan tidak akan naik banding.
Ma Jian adalah wakil menteri di departemen keamanan yang sangat berpengaruh, yang mengawasi operasi kontra intelijen dan dinas rahasia.
Kasusnya terkait dengan salah satu buron paling dicari di Cina, yakni taipan properti, Guo Wengui, yang telah mengungkapkan serangkaian dugaan korupsi di antara anggota penting Partai Komunis.
Ma menggunakan posisinya untuk membantu Guo Wengui, yang sekarang tinggal di New York, untuk melanjutkan kepentingan bisnisnya, demikian dalam putusan Pengadilan Rakyat Dalian.
Ia menerima suap lebih dari 100 juta yuan (Rp21 miliar) dan mendapat untung dari perdagangan saham ilegal berdasarkan informasi orang dalam, tambahnya.
"Jumlah suap terdakwa Ma Jian sangat besar, dan kepentingan rakyat dan negara sangat dirugikan."
Ma Jian dan Guo Wengui sendiri tidak dapat dihubungi untuk memberikan keterangan
Pemerintah mengungkapkan, lebih dari satu juta pejabat telah dihukum dalam upaya antikorupsi yang dimulai oleh Presiden Xi ketika ia menjabat presiden pada 2012.
Beberapa kalangan menggambarkan kampanye ini sebagai pembersihan internal besar-besaran terhadap para penentang Xi, dalam skala yang belum pernah terjadi sejak kepemimpinan Mao Zedong, ketika banyak petinggi tersingkir di era Revolusi Kebudayaan.
Perkara Ma mulai diselidiki pada tahun 2015 dan ia dikeluarkan dari Partai Komunis setahun kemudian.
Menurut pengadilan di provinsi Liaoning itu, Ma mengaku bersalah, menerima putusan dan tidak akan naik banding.
Ma Jian adalah wakil menteri di departemen keamanan yang sangat berpengaruh, yang mengawasi operasi kontra intelijen dan dinas rahasia.
Kasusnya terkait dengan salah satu buron paling dicari di Cina, yakni taipan properti, Guo Wengui, yang telah mengungkapkan serangkaian dugaan korupsi di antara anggota penting Partai Komunis.
Ma menggunakan posisinya untuk membantu Guo Wengui, yang sekarang tinggal di New York, untuk melanjutkan kepentingan bisnisnya, demikian dalam putusan Pengadilan Rakyat Dalian.
Ia menerima suap lebih dari 100 juta yuan (Rp21 miliar) dan mendapat untung dari perdagangan saham ilegal berdasarkan informasi orang dalam, tambahnya.
"Jumlah suap terdakwa Ma Jian sangat besar, dan kepentingan rakyat dan negara sangat dirugikan."
Ma Jian dan Guo Wengui sendiri tidak dapat dihubungi untuk memberikan keterangan
Pemerintah mengungkapkan, lebih dari satu juta pejabat telah dihukum dalam upaya antikorupsi yang dimulai oleh Presiden Xi ketika ia menjabat presiden pada 2012.
Beberapa kalangan menggambarkan kampanye ini sebagai pembersihan internal besar-besaran terhadap para penentang Xi, dalam skala yang belum pernah terjadi sejak kepemimpinan Mao Zedong, ketika banyak petinggi tersingkir di era Revolusi Kebudayaan.
Thursday, December 27, 2018
Anak kecil menjadi korban di perbatasan AS-Meksiko
Seorang bocah lelaki asal Guatemala berusia 8 tahun dilaporkan meninggal dalam tahanan pemerintah Amerika Serikat, kata pihak imigrasi.
Seorang anggota kongres dari Texas menyebut nama bocah tersebut adalah Felipe Alonzo-Gomez.
Kematian anak imigran yang ditahan tak lama setelah melintasi perbatasan Amerika Serikat-Meksiko merupakan yang kedua dalam bulan ini.
Sebelumnya, Jakelin Caal yang berusia 7 tahun, juga dari Guatemala, meninggal beberapa jam setelah ditahan.
Anggota kongres dari Texas, Joaquin Castro menyerukan penyelidikan komisi kongres atas kematian bocah itu.
"Kita harus memastikan bahwa kita memperlakukan imigran dan pencari suaka dalam martabat mereka sebagai manusia dan memberikan perawatan medis yang diperlukan kepada siapa pun yang berada dalam tahanan pemerintah Amerika Serikat," katanya.
"Kebijakan pemerintah untuk memulangkan orang-orang dari pelabuhan-pelabuhan resmi, atau dikenal sebagai metering, sangat membahayakan keluarga dan anak-anak."
Ribuan imigran diketahui melakukan perjalanan dari Amerika Tengah ke perbatasan Amerika Serikat.
Para imigran mengatakan mereka melarikan diri untuk menghindari persekusi, kemiskinan dan kekerasan di negara asal mereka di Guatemala, Honduras dan El Salvador.
Banyak dari mereka mengatakan tujuan mereka adalah untuk menetap di AS, meskipun pihak berwenang AS memperingatkan bahwa siapa pun yang kedapatan memasuki negara itu secara ilegal akan ditangkap, dituntut dan dideportasi.
Bocah itu meninggal tak lama setelah tengah malam pada tanggal 25 Desember, kata Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS.
Dalam sebuah pernyataan, lembaga itu mengatakan anak berusia delapan tahun itu memperlihatkan "tanda-tanda penyakit potensial" pada hari Senin (24/12).
Ia dan ayahnya dilaporkan dibawa ke rumah sakit di Alamogordo, New Mexico, tempat bocah itu didiagnosis menderita pilek dan demam, lalu diberi resep amoksisilin dan ibuprofen, dan diperbolehkan pulang pada Senin sore.
Disebutkan, bocah itu kemudian kembali lagi ke rumah sakit pada Senin malam setelah mengalami muntah dan meninggal di sana beberapa jam kemudian.
Lembaga itu mengaku belum mengetahui penyebab kematiannya.
Jakelin tengah melintasi perbatasan Amerika Serikat-Meksiko dengan ayahnya sebagai bagian dari rombongan para imigran Amerika Tengah.
Para pejabat AS mengatakan mereka mencoba menyeberangi perbatasan Meksiko-AS secara ilegal.
Jakelin dan ayahnya menyerahkan diri kepada agen perbatasan AS di New Mexico pada awal Desember.
Saat dalam tahanan, Jakelin mengalami demam tinggi dan meninggal karena menderita gagal hati beberapa hari kemudian.
Harian The Washington Post, yang pertama kali melaporkan kematiannya, mengutip para pejabat perbatasan mengatakan bahwa ia meninggal karena gagal hati yang disebabkan oleh dehidrasi dan keguncangan, dan bahwa ia "dilaporkan tidak makan atau mendapat asupan air selama beberapa hari".
Ayah Jakelin, Nery, tetap berada di AS, menunggu keputusan apakah ia akan diizinkan untuk tinggal di sana.
Sementara jasad putrinya dikembalikan ke Guatemala pada minggu ini, dan pemakamannya berlangsung di desa San Antonio Secortez pada hari Selasa (25/12).
Ketegangan di perbatasan sudah meningkat sejak kedatangan ribuan migran dalam beberapa minggu terakhir.
Bulan lalu, agen perbatasan AS menyemprotkan gas air mata ke arah kerumunan migran, yang didalamnya terdapat anak-anak, yang mencoba menyeberangi perbatasan.
Pejabat perbatasan mengatakan mereka menggunakan gas air mata karena petugas patroli mereka diserang dan dipukul dengan batu.
Namun, para pengamat menuding pemerintahan Trump melakukan kebijakan kekerasan, sementara Meksiko menuntut penyelidikan atas insiden itu.
Rombongan imigran yang melakukan perjalanan dalam kelompok besar, dijuluki 'karavan', mereka menempuh perjalanan lebih dari 4.000 km dari Amerika Tengah.
Di antara mereka banyak keluarga yang membawa anak kecil.
Presiden Donald Trump berjanji untuk membuat setiap imigran tetap di sisi perbatasan Meksiko sampai pengadilan memutuskan kasus mereka. Karenanya banyak yang menjalani penantian panjang.
Mereka menghabiskan waktu di tempat-tempat penampungan sementara di kota perbatasan Meksiko Tijuana dan di Mexicali, yang lokasinya sejauh 180 km ke arah timur.
Seorang anggota kongres dari Texas menyebut nama bocah tersebut adalah Felipe Alonzo-Gomez.
Kematian anak imigran yang ditahan tak lama setelah melintasi perbatasan Amerika Serikat-Meksiko merupakan yang kedua dalam bulan ini.
Sebelumnya, Jakelin Caal yang berusia 7 tahun, juga dari Guatemala, meninggal beberapa jam setelah ditahan.
Anggota kongres dari Texas, Joaquin Castro menyerukan penyelidikan komisi kongres atas kematian bocah itu.
"Kita harus memastikan bahwa kita memperlakukan imigran dan pencari suaka dalam martabat mereka sebagai manusia dan memberikan perawatan medis yang diperlukan kepada siapa pun yang berada dalam tahanan pemerintah Amerika Serikat," katanya.
"Kebijakan pemerintah untuk memulangkan orang-orang dari pelabuhan-pelabuhan resmi, atau dikenal sebagai metering, sangat membahayakan keluarga dan anak-anak."
Ribuan imigran diketahui melakukan perjalanan dari Amerika Tengah ke perbatasan Amerika Serikat.
Para imigran mengatakan mereka melarikan diri untuk menghindari persekusi, kemiskinan dan kekerasan di negara asal mereka di Guatemala, Honduras dan El Salvador.
Banyak dari mereka mengatakan tujuan mereka adalah untuk menetap di AS, meskipun pihak berwenang AS memperingatkan bahwa siapa pun yang kedapatan memasuki negara itu secara ilegal akan ditangkap, dituntut dan dideportasi.
Bocah itu meninggal tak lama setelah tengah malam pada tanggal 25 Desember, kata Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS.
Dalam sebuah pernyataan, lembaga itu mengatakan anak berusia delapan tahun itu memperlihatkan "tanda-tanda penyakit potensial" pada hari Senin (24/12).
Ia dan ayahnya dilaporkan dibawa ke rumah sakit di Alamogordo, New Mexico, tempat bocah itu didiagnosis menderita pilek dan demam, lalu diberi resep amoksisilin dan ibuprofen, dan diperbolehkan pulang pada Senin sore.
Disebutkan, bocah itu kemudian kembali lagi ke rumah sakit pada Senin malam setelah mengalami muntah dan meninggal di sana beberapa jam kemudian.
Lembaga itu mengaku belum mengetahui penyebab kematiannya.
Jakelin tengah melintasi perbatasan Amerika Serikat-Meksiko dengan ayahnya sebagai bagian dari rombongan para imigran Amerika Tengah.
Para pejabat AS mengatakan mereka mencoba menyeberangi perbatasan Meksiko-AS secara ilegal.
Jakelin dan ayahnya menyerahkan diri kepada agen perbatasan AS di New Mexico pada awal Desember.
Saat dalam tahanan, Jakelin mengalami demam tinggi dan meninggal karena menderita gagal hati beberapa hari kemudian.
Harian The Washington Post, yang pertama kali melaporkan kematiannya, mengutip para pejabat perbatasan mengatakan bahwa ia meninggal karena gagal hati yang disebabkan oleh dehidrasi dan keguncangan, dan bahwa ia "dilaporkan tidak makan atau mendapat asupan air selama beberapa hari".
Ayah Jakelin, Nery, tetap berada di AS, menunggu keputusan apakah ia akan diizinkan untuk tinggal di sana.
Sementara jasad putrinya dikembalikan ke Guatemala pada minggu ini, dan pemakamannya berlangsung di desa San Antonio Secortez pada hari Selasa (25/12).
Ketegangan di perbatasan sudah meningkat sejak kedatangan ribuan migran dalam beberapa minggu terakhir.
Bulan lalu, agen perbatasan AS menyemprotkan gas air mata ke arah kerumunan migran, yang didalamnya terdapat anak-anak, yang mencoba menyeberangi perbatasan.
Pejabat perbatasan mengatakan mereka menggunakan gas air mata karena petugas patroli mereka diserang dan dipukul dengan batu.
Namun, para pengamat menuding pemerintahan Trump melakukan kebijakan kekerasan, sementara Meksiko menuntut penyelidikan atas insiden itu.
Rombongan imigran yang melakukan perjalanan dalam kelompok besar, dijuluki 'karavan', mereka menempuh perjalanan lebih dari 4.000 km dari Amerika Tengah.
Di antara mereka banyak keluarga yang membawa anak kecil.
Presiden Donald Trump berjanji untuk membuat setiap imigran tetap di sisi perbatasan Meksiko sampai pengadilan memutuskan kasus mereka. Karenanya banyak yang menjalani penantian panjang.
Mereka menghabiskan waktu di tempat-tempat penampungan sementara di kota perbatasan Meksiko Tijuana dan di Mexicali, yang lokasinya sejauh 180 km ke arah timur.
Wednesday, December 26, 2018
Alasan Jepang memburu Paus
Jepang mengatakan akan memulai
kembali perburuan secara komersial ikan paus Juli mendatang, rencana
yang langsung mendapat kecaman keras masyarakat internasional.
Selama bertahun-tahun Jepang berburu ikan ini dengan alasan "untuk penelitian ilmiah". Tapi Jepang juga menjual daging ikan paus, langkah yang dikecam para pegiat lingkungan.
Pemerintah Australia dan Selandia Baru juga mengkritik keputusan pemerintah di Tokyo.
Menteri Luar Negeri Australia, Marise Payne, menggambarkan langkah Jepang "sangat disayangkan".
Pemerintah Selandia Baru mengatakan praktik perburuan ikan paus "sudah kuno dan tak diperlukan". Kedua negara ini sangat menentang kegiatan tahunan Jepang memburu ikan paus di Laut Antartika.
Larangan perburuan ikan paus diterapkan pada 1986 setelah beberapa spesies ikan ini hampir punah.
Dengan mundur dari keanggotaan IWC, Jepang bisa dengan bebas memburu ikan paus, termasuk ikan paus minke yang dilindungi.
Pemerintah Jepang mengatakan memakan daging ikan paus adalah bagian dari kebudayaan mereka, kata wartawan BBC Rupert Wingfield-Hayes.
Sebetulnya, nelayan-nelayan Jepang sudah memburu ikan paus selama berabad-abad.
Para pejabat Jepang juga mengatakan bahwa "makan adalah urusan dalam negeri dan tak semestinya didikte oleh negara lain".
"Orang Jepang tak pernah makan daging kelinci, tapi kami tak pernah mengatakan kepada orang-orang Inggris untuk tidak mengkonsumsi daging binatang tersebut," kata seorang pejabat Jepang kepada BBC.
Selain Jepang, yang juga punya tradisi memburu ikan paus adalah Norwegia, Islandia, dan orang-orang Inuit di Kanada utara.
Bedanya adalah, Jepang mengerahkan kapal-kapal besar dan berlayar hingga ke perairan Antartika untuk mencari ikan paus.
Armada Jepang mencakup kapal yang dilengkapi fasilitas yang bisa memproses ratusan ikan paus langsung di tengah laut.
Jepang pertama kali melakukan perburuan ikan paus di Antartika pada 1930-an dan skalanya menjadi jauh lebih besar setelah Perang Dunia II.
Jepang porak-poranda akibat perang dan penduduknya kelaparan.
Atas usul Jenderal Douglas MacArthur, Jepang mengubah dua kapal indul Angkatan Laut Amerika Serikat menjadi kapal pemroses ikan dan berlayar ke perairan di sekitar Antartika.
Mulai akhir 1940-an hingga pertengahan 1960-an, ikan paus adalah sumber utama daging bagi Jepang.
Pada 1964, Jepang membunuh lebih dari 24.000 ikan paus dalam setahun, sebagian besar dari jenis ikan paus fin dan ikan paus sperma.
Sekarang, Jepang termasuk negara maju dan mampu mengimpor daging dari Australia dan Amerika.
Mereka tak perlu lagi berlayar jauh ke selatan untuk mencari ikan paus.
Armada yang aktif memburu ikan paus di perairan Antartika dibiayai dengan anggaran negara dan digambarkan Tokyo sebagai "kegiatan penelitian ilmiah".
Ratusan ikan paus yang mereka buru setiap tahun, menurut klaim Jepang, adalah bagian dari "kajian ilmiah untuk mempelajari kehidupan ikan ini".
Klaim ini sendiri sudah dipatahkan oleh Mahkamah Internasional (ICJ) yang pada 2014 mengeluarkan keputusan bahwa kegiatan Jepang tersebut tak bisa digolongkan sebagai program penelitian.
ICJ memerintahkan Jepang untuk menghentikan perburuan ikan paus di perairan Antartika.
Junko Sakuma, peneliti ikan paus yang pernah bekerja untuk organisasi lingkungan Greenpeace, mengatakan perburuan ini tak memberikan kemanfaatan bagi Jepang.
"Tapi tak ada yang tahu bagaimana caranya untuk menghentikan kegiatan tersebut," ujar Sakuma, saat ditemui BBC di pasar ikan yang sibuk, Tsukiji, Tokyo.
Dari ribuan pedagang ikan di pasar ini, hanya dua yang melayani permintaan daging ikan paus.
Di salah satu kios, BBC menemukan daging ikan paus fin, jenis ikan paus yang terancam dan secara komersial tak boleh diperjual-belikan oleh CITES, perjanjian multilateral untuk melindungi flora dan fauna yang terancam punah.
Pemilik kios mengatakan bisnis ikan paus tak terlalu menggembirakan.
Sakuma mengatakan sebagian besar warga Jepang tidak memakan daging ikan paus. "Tingkat konsumsi terus turun," katanya.
Penelitian yang ia lakukan menunjukkan rata-rata satu warga Jepang hanya mengkonsumsi 30 gram daging ikan paus pada 2015.
Pertanyaannya, jika makan ikan paus dikatakan bagian tak terpisahkan dari tradisi Jepang, mengapa tak banyak yang makan ikan ini?
Etsuo Kato, yang besar di Kita-Kyushu di dekat pelabuhan ikan paus Shimonoseki, di Jepang barat, mengatakan ketika kecil ia makan daging ikan paus setiap hari.
"Kalau kita bicara daging, maka yang dimaksud adalah daging ikan paus. Saya tak tahu ada daging sapi, daging babi... steak yang saya tahu adalah steak ikan paus...," katanya.
Monday, December 24, 2018
Teroris mengintai bandara di GERMAN
Sejumlah bandar udara besar di Jerman meningkatkan keamanan setelah empat tersangka teroris dilaporkan melakukan pengintaian di Bandara Stuttgart, menurut sejumlah laporan.
Kepolisian Jerman dilaporkan saat ini sedang mengejar seorang pria dan dan ayahnya dari North Rhine-Westphalia, serta dua orang lainnya yang terlihat mengambil foto di terminal dan landasan bandara Stuttgart.
Rincian jati diri tersangka telah diserahkan kepada Kepolisian Jerman oleh dinas rahasia Maroko, demikian beberapa laporan menyebutkan.
Peningkatan keamanan di sejumlah bandar udara di Jerman ini dilakukan sepekan setelah serangan teror di Strasbourg, Prancis.
Pelaku serangan, Cherif Chekatt, telah menembak mati tiga orang di dekat Pasar Natal di Strasbourg, yang berjarak sekitar 150 km dari Stuttgart. Pelakunya akhirnya tewas
Polisi mengatakan kepada lembaga penyiaran ARD bahwa pasukan keamanan telah meningkatkan keamanan di sejumlah bandara Jerman.
Sementara, situs berita Bild mengatakan peringatan kewaspadaan terhadap kemungkinan serangan teroris telah diperpanjang menjadi 14 hari ke depan.
Setelah serangan di Strasbourg, terlihat adanya aktivitas yang mencurigakan di Bandara Stuttgart dan Bandara Charles de Gaulle di Paris, demikian siaran pers SWR.
Sang ayah dan putranya terlihat di kamera pengintai (CCTV) yang dipasang di sekitar bandara, tetapi mereka menghilang saat polisi tiba di lokasi.
Nama-nama tersangka teroris pengintai Bandara Stuttgart serta rincian komunikasi di antara mereka, disampaikan sejumlah pejabat intelijen di Maroko.
Polisi Jerman sejauh ini belum melakukan konfirmasi laporan tersebut. Juru bicara Roman Strohmayer mengatakan "kami memiliki informasi bahwa untuk saat ini belum dapat dinilai secara meyakinkan."
Namun, dia mengatakan kepada situs Bild: "Kami telah mendeteksi upaya mata-mata di Bandara Stuttgart dan telah secara besar-besaran memperketat langkah-langkah keamanan kami di bandara bekerja sama dengan polisi negara bagian."
Jerman pernah menjadi sasaran serangan tepat sebelum Natal 2016, ketika seorang anggota militan asal Tunisia, Anis Amri menabrakkan sebuah truk ke pasar Natal di Berlin, yang menewaskan 12 orang dan membuat lusinan lainnya terluka.
Kepolisian Jerman dilaporkan saat ini sedang mengejar seorang pria dan dan ayahnya dari North Rhine-Westphalia, serta dua orang lainnya yang terlihat mengambil foto di terminal dan landasan bandara Stuttgart.
Rincian jati diri tersangka telah diserahkan kepada Kepolisian Jerman oleh dinas rahasia Maroko, demikian beberapa laporan menyebutkan.
Peningkatan keamanan di sejumlah bandar udara di Jerman ini dilakukan sepekan setelah serangan teror di Strasbourg, Prancis.
Pelaku serangan, Cherif Chekatt, telah menembak mati tiga orang di dekat Pasar Natal di Strasbourg, yang berjarak sekitar 150 km dari Stuttgart. Pelakunya akhirnya tewas
Polisi mengatakan kepada lembaga penyiaran ARD bahwa pasukan keamanan telah meningkatkan keamanan di sejumlah bandara Jerman.
Sementara, situs berita Bild mengatakan peringatan kewaspadaan terhadap kemungkinan serangan teroris telah diperpanjang menjadi 14 hari ke depan.
Setelah serangan di Strasbourg, terlihat adanya aktivitas yang mencurigakan di Bandara Stuttgart dan Bandara Charles de Gaulle di Paris, demikian siaran pers SWR.
Sang ayah dan putranya terlihat di kamera pengintai (CCTV) yang dipasang di sekitar bandara, tetapi mereka menghilang saat polisi tiba di lokasi.
Nama-nama tersangka teroris pengintai Bandara Stuttgart serta rincian komunikasi di antara mereka, disampaikan sejumlah pejabat intelijen di Maroko.
Polisi Jerman sejauh ini belum melakukan konfirmasi laporan tersebut. Juru bicara Roman Strohmayer mengatakan "kami memiliki informasi bahwa untuk saat ini belum dapat dinilai secara meyakinkan."
Namun, dia mengatakan kepada situs Bild: "Kami telah mendeteksi upaya mata-mata di Bandara Stuttgart dan telah secara besar-besaran memperketat langkah-langkah keamanan kami di bandara bekerja sama dengan polisi negara bagian."
Jerman pernah menjadi sasaran serangan tepat sebelum Natal 2016, ketika seorang anggota militan asal Tunisia, Anis Amri menabrakkan sebuah truk ke pasar Natal di Berlin, yang menewaskan 12 orang dan membuat lusinan lainnya terluka.
Sunday, December 23, 2018
7000 serdadu Afganistan ditarik Trump
Pemerintah Amerika Serikat berencana menarik ribuan serdadu dari Afghanistan, sebut sejumlah laporan media di AS.
Beberapa pejabat yang identitasnya tidak disebutkan, mengatakan sekitar 7.000 serdadu—setengah dari seluruh tentara AS di Afghanistan—akan dipulangkan dalam beberapa bulan mendatang. Namun, sampai sejauh ini belum ada pejabat Kementerian Pertahanan AS yang secara terang-terangan mengonfirmasinya.
Laporan itu muncul sehari setelah Presiden Donald Trump mengumumkan penarikan mundur pasukan AS dari Suriah.
Pada Kamis (20/12), Menteri Pertahanan Jim Mattis mengumumkan pengunduran dirinya. Dia menyebut bahwa dirinya berbeda pandangan dengan presiden, namun tidak secara gamblang menyatakan penarikan pasukan sebagai alasannya mundur.
Pasukan AS telah ditempatkan di Afghanistan sejak 2001.
Hal ini bermula ketika Taliban—yang saat itu menguasai Afghanistan—menolak menyerahkan pemimpin Al-Qaeda, Osama bin Laden, yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan 11 September.
Presiden George W Bush kemudian melancarkan operasi militer untuk menemukan Bin Laden sekaligus menjungkalkan Taliban dari kekuasaan.
Pasukan khusus AS menemukan dan membunuh Bin Laden di Pakistan pada 2011 dan operasi tempur AS di Afghanistan resmi berakhir pada 2014.
Namun, setelah 2014, Taliban kembali berkuasa sehingga sejumlah pasukan AS dipertahankan untuk menjaga keamanan di Afghanistan.
Pada September 2017, Trump mengumumkan bahwa AS akan mengirim 3.000 serdadu tambahan ke sana, yang jelas berbeda dari janjinya untuk mempertahankan pasukan AS sampai batas waktu tak tertentu.
Rencana Trump untuk mengurangi jumlah pasukan ditentang sejumlah pihak, sebagaimana dilaporkan harian Washington Post.
Di antara pihak yang menolak adalah Kepala Staf Gedung Putih, John Kelly, dan penasihat keamanan nasional, John Bolton.
Senator Republik, Lindsay Graham, merilis cuitan yang menyebut penarikan mundur pasukan merupakan "strategi berisiko tinggi" yang membalikkan kemajuan AS di kawasan tersebut sekaligus menyediakan jalan bagi terciptanya "9/11 kedua".
Sebelumnya, dia juga menentang penarikan mundur pasukan dari Suriah yang disebutnya "kesalahan besar seperti yang dibuat Obama".
Beberapa kalangan mengingatkan bahwa penarikan mundur pasukan AS akan menciptakan celah sehingga kelompok seperti Negara Islam (ISIS) bisa bangkit kembali.
Beberapa pejabat yang identitasnya tidak disebutkan, mengatakan sekitar 7.000 serdadu—setengah dari seluruh tentara AS di Afghanistan—akan dipulangkan dalam beberapa bulan mendatang. Namun, sampai sejauh ini belum ada pejabat Kementerian Pertahanan AS yang secara terang-terangan mengonfirmasinya.
Laporan itu muncul sehari setelah Presiden Donald Trump mengumumkan penarikan mundur pasukan AS dari Suriah.
Pada Kamis (20/12), Menteri Pertahanan Jim Mattis mengumumkan pengunduran dirinya. Dia menyebut bahwa dirinya berbeda pandangan dengan presiden, namun tidak secara gamblang menyatakan penarikan pasukan sebagai alasannya mundur.
Pasukan AS telah ditempatkan di Afghanistan sejak 2001.
Hal ini bermula ketika Taliban—yang saat itu menguasai Afghanistan—menolak menyerahkan pemimpin Al-Qaeda, Osama bin Laden, yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan 11 September.
Presiden George W Bush kemudian melancarkan operasi militer untuk menemukan Bin Laden sekaligus menjungkalkan Taliban dari kekuasaan.
Pasukan khusus AS menemukan dan membunuh Bin Laden di Pakistan pada 2011 dan operasi tempur AS di Afghanistan resmi berakhir pada 2014.
Namun, setelah 2014, Taliban kembali berkuasa sehingga sejumlah pasukan AS dipertahankan untuk menjaga keamanan di Afghanistan.
Pada September 2017, Trump mengumumkan bahwa AS akan mengirim 3.000 serdadu tambahan ke sana, yang jelas berbeda dari janjinya untuk mempertahankan pasukan AS sampai batas waktu tak tertentu.
Rencana Trump untuk mengurangi jumlah pasukan ditentang sejumlah pihak, sebagaimana dilaporkan harian Washington Post.
Di antara pihak yang menolak adalah Kepala Staf Gedung Putih, John Kelly, dan penasihat keamanan nasional, John Bolton.
Senator Republik, Lindsay Graham, merilis cuitan yang menyebut penarikan mundur pasukan merupakan "strategi berisiko tinggi" yang membalikkan kemajuan AS di kawasan tersebut sekaligus menyediakan jalan bagi terciptanya "9/11 kedua".
Sebelumnya, dia juga menentang penarikan mundur pasukan dari Suriah yang disebutnya "kesalahan besar seperti yang dibuat Obama".
Beberapa kalangan mengingatkan bahwa penarikan mundur pasukan AS akan menciptakan celah sehingga kelompok seperti Negara Islam (ISIS) bisa bangkit kembali.
Saturday, December 22, 2018
Natal dan Tahun Baru 2019 di Inggris Terhambat
Bandar Udara Gatwick, bandara terbesar kedua di Inggris, kembali dibuka
setelah sempat ditutup sejak Rabu malam (19/12) karena adanya drone atau
pesawat tanpa awak yang beroperasi di kawasan bandara yang terletak di
luar kota London itu.
Insiden itu menyebabkan sekitar 140 penerbangan dibatalkan di tengah penumpukan penumpang yang hendak melakukan perjalanan menjalang Natal dan Tahun Baru 2019. Setidaknya 120.000 penumpang terdampak karena penutupan bandara ini.
Pengelola Gatwick mengatakan dengan dibukanya lagi bandara maka sekitar 700 penerbangan dijadwalkan diberangkatkan pada Jumat (21/12), namun belum jelas berapa jumlah kedatangan yang dijadwalkan untuk hari ini.
Ribuan penumpang masih terdampar di Bandara Gatwick sementara polisi terus mencari pihak-pihak yang bertanggung jawab atas kekacauan tersebut.
Bandara Gatwick tidak dapat beroperasi ketika drone terbang di atas bandara karena dikhawatirkan akan menghantam pesawat dan menimbulkan kerusakan.
Direktur Operasi Gatwick, Chris Woodroofe, mengatakan kepolisian sejauh ini belum menemukan operator pesawat nirawak yang telah terbang puluhan kali itu.
Dikatakannya "langkah-langkah mitigasi" tambahan yang ditempuh pemerintah dan militer membuatnya "percaya diri untuk membuka kembali" bandara.
Pihak berwenang belum berhasil menemukan "spesifikasi industri" drone atau penerbangnya. Mereka mempertimbangkan rencana untuk menembak jatuh pesawat nirawak itu.
Seorang pejabat kepolisian setempat, Steve Barry, mengatakan ada kemungkinan aksi itu dilancarkan oleh seorang aktivis lingkungan.
Ditambahkannya pesawat tanpa awak terakhir kali terlihat pada pukul 22.00 Kamis malam (20/12).
Selama berjam-jam ribuan penumpang berjejalan di bandara, sebagian di antara mereka tidur di lantai dan di kursi-kursi yang ada.
Seorang anggota keluarga penumpang, Gordon, mengatakan: "Istri dan putra saya yang berusia tujuh tahun hendak terbang ke Yunani untuk menjenguk neneknya yang sedang sakit keras. Ia akan patah hati jika mereka tidak bisa datang. Ini mungkin kesempatan terakhir baginya untuk melihat cucu dan putrinya."
Adapun Michelle mengatakan putrinya terdampar di di Spanyol karena penerbangannya ke Gatwick dibatalkan.
Insiden itu menyebabkan sekitar 140 penerbangan dibatalkan di tengah penumpukan penumpang yang hendak melakukan perjalanan menjalang Natal dan Tahun Baru 2019. Setidaknya 120.000 penumpang terdampak karena penutupan bandara ini.
Pengelola Gatwick mengatakan dengan dibukanya lagi bandara maka sekitar 700 penerbangan dijadwalkan diberangkatkan pada Jumat (21/12), namun belum jelas berapa jumlah kedatangan yang dijadwalkan untuk hari ini.
Ribuan penumpang masih terdampar di Bandara Gatwick sementara polisi terus mencari pihak-pihak yang bertanggung jawab atas kekacauan tersebut.
Bandara Gatwick tidak dapat beroperasi ketika drone terbang di atas bandara karena dikhawatirkan akan menghantam pesawat dan menimbulkan kerusakan.
Direktur Operasi Gatwick, Chris Woodroofe, mengatakan kepolisian sejauh ini belum menemukan operator pesawat nirawak yang telah terbang puluhan kali itu.
Dikatakannya "langkah-langkah mitigasi" tambahan yang ditempuh pemerintah dan militer membuatnya "percaya diri untuk membuka kembali" bandara.
Pihak berwenang belum berhasil menemukan "spesifikasi industri" drone atau penerbangnya. Mereka mempertimbangkan rencana untuk menembak jatuh pesawat nirawak itu.
Seorang pejabat kepolisian setempat, Steve Barry, mengatakan ada kemungkinan aksi itu dilancarkan oleh seorang aktivis lingkungan.
Ditambahkannya pesawat tanpa awak terakhir kali terlihat pada pukul 22.00 Kamis malam (20/12).
Selama berjam-jam ribuan penumpang berjejalan di bandara, sebagian di antara mereka tidur di lantai dan di kursi-kursi yang ada.
Seorang anggota keluarga penumpang, Gordon, mengatakan: "Istri dan putra saya yang berusia tujuh tahun hendak terbang ke Yunani untuk menjenguk neneknya yang sedang sakit keras. Ia akan patah hati jika mereka tidak bisa datang. Ini mungkin kesempatan terakhir baginya untuk melihat cucu dan putrinya."
Adapun Michelle mengatakan putrinya terdampar di di Spanyol karena penerbangannya ke Gatwick dibatalkan.
Location:
Indonesia
Monday, December 17, 2018
Pembunuhan Militan oleh tentara AS
Tentera Amerika Syarikat (AS) berkata hari ini bahawa mereka
membunuh seramai 62 militan dalam enam serangan udara pada kelmarin dan
semalam di sekitar Gandarsh yang terletak di wilayah Banaadir, dekat
sini.
Tentera African Command (AFRICOM) berkata, empat serangan dilancarkan kelmarin berjaya membunuh 34 militan dan 28 lagi, semalam.
“AFRICOM
dan rakan tentera Somalia kami melakukan serangan udara ini adalah bagi
menghalang pengganas daripada menggunakan kawasan terpencil sebagai
tempat untuk merancang, mengarahkan dan memberi inspirasi selain
merekrut serangan seterusnya,” kata AFRICOM dalam satu kenyataan.
Bagaimanapun, katanya serangan udara yang dianggap paling dahsyat tahun ini tidak mengorbankan orang awam.
“Kali ini, kami mentafsirkan serangan udara itu tidak mencederakan atau membunuh orang awam,” katanya.
Serangan udara dilancarkan AS di Somalia sebagai sokongan terhadap kerajaan di sana yang disokong Pertubuhan Bangsa-Bangsa Bersatu (PBB) selepas bertempur memerangi pemberontakan militan al-Shabaab selama bertahun tahun.
Hujung bulan lalu, tentera AS berkata pihaknya berjaya membunuh 37 militan. -Reuters.
Tentera African Command (AFRICOM) berkata, empat serangan dilancarkan kelmarin berjaya membunuh 34 militan dan 28 lagi, semalam.
Bagaimanapun, katanya serangan udara yang dianggap paling dahsyat tahun ini tidak mengorbankan orang awam.
“Kali ini, kami mentafsirkan serangan udara itu tidak mencederakan atau membunuh orang awam,” katanya.
Serangan udara dilancarkan AS di Somalia sebagai sokongan terhadap kerajaan di sana yang disokong Pertubuhan Bangsa-Bangsa Bersatu (PBB) selepas bertempur memerangi pemberontakan militan al-Shabaab selama bertahun tahun.
Hujung bulan lalu, tentera AS berkata pihaknya berjaya membunuh 37 militan. -Reuters.
Friday, December 14, 2018
Terbunuhnya Biksu oleh Macan Tutul
Seorang biksu Budha tewas diterkam macan tutul saat sedang bermeditasi di hutan lindung India.
Dilansir dari Sky News, 14 Desember 2018, Rahul Walke Bodhi sedang duduk di bawah pohon di hutan Ramdegi di India barat untuk meditasi subuh pada Selasa ketika macan tutul datang menerkam.
Biksu berusia 35 tahun itu terluka parah, ungkap polisi di negara bagian Maharashtra, yang mengatakan ini adalah serangan kelima dalam sebulan terakhir.
Dua lainnya yang juga bermeditasi dengan korban berhasil melarikan diri tanpa luka dan melapor polisi.
"Mayatnya dengan penuh luka parah ditemukan jauh ke dalam hutan, menunjukkan binatang itu mencoba untuk menyeretnya," kata Krisna Tiwari, seorang perwira polisi senior.
Hutan itu berjarak sekitar 820 kilometer ke arah barat dari ibu kota negara bagian Mumbai dan termasuk ke dalam cagar alam yang menjadi tempat konservasi untuk kucing besar.
Empat serangan fatal lainnya telah terjadi dalam beberapa minggu terakhir.
Polisi mengatakan para biksu berada di daerah itu untuk konferensi doa tahunan dan telah mengabaikan peringatan dari pejabat agar tidak masuk terlalu jauh ke dalam hutan.
Sebelumnya macan tutul juga membunuh penjaga toko Sandeep Arjun di luar kiosnya yang berlokasi di pinggiran hutan.
Namun tidak diketahui apakah macan tutul tersebut hewan yang sama, yang menyerang biksu.
Sementara tiga kematian lainnya juga akibat serangan macan tutul dan harimau dalam sebulan terakhir, kata polisi.
Menurut perkiraan resmi ada sekitar 12.000 dan 14.000 macan tutul di India.
Perluasan kota menyebabkan penurunan jumlah macan tutul karena habitat hutan menyusut, membuat kontak lebih dekat dengan manusia.
Angka pemerintah menunjukkan sekitar 431 macan tutul tewas pada 2017, sebagian besar twas oleh pemburu kulit dan bagian tubuh mereka.
Tidak ada statistik tentang jumlah manusia yang dibunuh oleh macan tutul, tetapi para ahli mengatakan ada ratusan kematian setiap tahun di India.
Dilansir dari Sky News, 14 Desember 2018, Rahul Walke Bodhi sedang duduk di bawah pohon di hutan Ramdegi di India barat untuk meditasi subuh pada Selasa ketika macan tutul datang menerkam.
Biksu berusia 35 tahun itu terluka parah, ungkap polisi di negara bagian Maharashtra, yang mengatakan ini adalah serangan kelima dalam sebulan terakhir.
Dua lainnya yang juga bermeditasi dengan korban berhasil melarikan diri tanpa luka dan melapor polisi.
"Mayatnya dengan penuh luka parah ditemukan jauh ke dalam hutan, menunjukkan binatang itu mencoba untuk menyeretnya," kata Krisna Tiwari, seorang perwira polisi senior.
Hutan itu berjarak sekitar 820 kilometer ke arah barat dari ibu kota negara bagian Mumbai dan termasuk ke dalam cagar alam yang menjadi tempat konservasi untuk kucing besar.
Empat serangan fatal lainnya telah terjadi dalam beberapa minggu terakhir.
Polisi mengatakan para biksu berada di daerah itu untuk konferensi doa tahunan dan telah mengabaikan peringatan dari pejabat agar tidak masuk terlalu jauh ke dalam hutan.
Sebelumnya macan tutul juga membunuh penjaga toko Sandeep Arjun di luar kiosnya yang berlokasi di pinggiran hutan.
Namun tidak diketahui apakah macan tutul tersebut hewan yang sama, yang menyerang biksu.
Sementara tiga kematian lainnya juga akibat serangan macan tutul dan harimau dalam sebulan terakhir, kata polisi.
Menurut perkiraan resmi ada sekitar 12.000 dan 14.000 macan tutul di India.
Perluasan kota menyebabkan penurunan jumlah macan tutul karena habitat hutan menyusut, membuat kontak lebih dekat dengan manusia.
Angka pemerintah menunjukkan sekitar 431 macan tutul tewas pada 2017, sebagian besar twas oleh pemburu kulit dan bagian tubuh mereka.
Tidak ada statistik tentang jumlah manusia yang dibunuh oleh macan tutul, tetapi para ahli mengatakan ada ratusan kematian setiap tahun di India.
Thursday, December 13, 2018
Pelecehan dokter spiritual
Sejumlah perempuan mengungkapkan bahwa seorang rohaniawan Brasil yang terkenal dalam penyembuhan alternatif melalui metoda spiritual, telah melakukan pelecehan seksual terhadap mereka di kliniknya.
Joao Teixeira de Faria yang dikenal sebagai Joao de Deus -Deus berarti Tuhan atau Dewa- berbasis di kota Abadiania tetapi memiliki ribuan pengikut di seluruh dunia.
Seorang fotografer Belanda, Zahira Leeneke Maus, mengatakan kepada Globo TV bahwa Joao Teixeira de Faria memanipulasinya untuk melakukan perbuatan seksual dan kemudian memperkosanya.
Dalam sebuah pernyataan terhadap Globo, kantor de Faria membantah dan "menolak keras (setiap dugaan) praktik yang tidak pantas selama perawatan yang dilakukannya".
Dikatakan de Faria yang berusia 76 tahun itu justru telah menggunakan kekuatan dan daya yang dimilikinya untuk mengobati ribuan orang.
Sembilan perempuan Brasil yang identitasnya dirahasiakan, juga mengatakan kepada Globo TV bahwa sang wali penyembuh itu telah menyalahgunakan mereka secara seksual dengan dalih mentransfer 'energi pembersihan' kepada mereka.
Sebagian dari perempuan itu mengatakan, mereka datang kepada de Faria untuk memperoleh penyembuhan atas depresi yang mereka derita, namun dalam prosesnya mereka mengalami dugaan pelecehan itu.
Surat kabar O Globo yang terkait dengan Globo TV menulis, mereka juga telah berbicara dengan dua perempuan lain yang melontarkan tuduhan serupa.
De Faria bukanlah seorang dokter, bukan pula orang yang pernah belajar pengobatan di universitas. Ia pernah dijatuhi hukuman denda dan dipenjara karena melakukan praktek pengobatan tanpa izin.
Menurut ABC News, de Faria mengklaim bahwa ruh lebih dari 30 dokter dan entitas lain dapat masuk ke tubuhnya, dan merekalah yang melakukan penyembuhan.
Pembaca TV terkenal dunia, Oprah Winfrey pernah sengaja terbang ke Brasil untuk mengunjunginya pada 2013, dan menyaksikan de Faria 'melakukan operasi psikis' di kliniknya, di barat ibukota Brasilia.
Joao Teixeira de Faria yang dikenal sebagai Joao de Deus -Deus berarti Tuhan atau Dewa- berbasis di kota Abadiania tetapi memiliki ribuan pengikut di seluruh dunia.
Seorang fotografer Belanda, Zahira Leeneke Maus, mengatakan kepada Globo TV bahwa Joao Teixeira de Faria memanipulasinya untuk melakukan perbuatan seksual dan kemudian memperkosanya.
Dalam sebuah pernyataan terhadap Globo, kantor de Faria membantah dan "menolak keras (setiap dugaan) praktik yang tidak pantas selama perawatan yang dilakukannya".
Dikatakan de Faria yang berusia 76 tahun itu justru telah menggunakan kekuatan dan daya yang dimilikinya untuk mengobati ribuan orang.
Sembilan perempuan Brasil yang identitasnya dirahasiakan, juga mengatakan kepada Globo TV bahwa sang wali penyembuh itu telah menyalahgunakan mereka secara seksual dengan dalih mentransfer 'energi pembersihan' kepada mereka.
Sebagian dari perempuan itu mengatakan, mereka datang kepada de Faria untuk memperoleh penyembuhan atas depresi yang mereka derita, namun dalam prosesnya mereka mengalami dugaan pelecehan itu.
Surat kabar O Globo yang terkait dengan Globo TV menulis, mereka juga telah berbicara dengan dua perempuan lain yang melontarkan tuduhan serupa.
De Faria bukanlah seorang dokter, bukan pula orang yang pernah belajar pengobatan di universitas. Ia pernah dijatuhi hukuman denda dan dipenjara karena melakukan praktek pengobatan tanpa izin.
Menurut ABC News, de Faria mengklaim bahwa ruh lebih dari 30 dokter dan entitas lain dapat masuk ke tubuhnya, dan merekalah yang melakukan penyembuhan.
Pembaca TV terkenal dunia, Oprah Winfrey pernah sengaja terbang ke Brasil untuk mengunjunginya pada 2013, dan menyaksikan de Faria 'melakukan operasi psikis' di kliniknya, di barat ibukota Brasilia.
Wednesday, December 12, 2018
Berenang dari Jepang ke Hawaii
Seorang pria asal Perancis berenang menyeberangi Samudra Pasifik dari Jepang hingga Hawaii, Amerika Serikat.
Upayanya tersebut sebagai langkah untuk memperingatkan dunia akan bahaya polusi plastik di lautan terus berlanjut.
Diwartakan CNN, Selasa (11/12/2018), Benoit "Ben" Lecomte melangkahkan kakinya pada tepi laut di Oahu, Hawaii, pada Senin lalu.
Dia berhenti sejenak akibat cuaca buruk sebelum melanjutkan berenang menuju San Fransisco. Sebelumnya, dia mengawali aksinya dari Choshi di perairan timur Jepang pada 5 Juni lalu.
Selama perjalanan renangnya, Lecomte ditemani sebuah kapal pendukung yaitu sebuah kapal pesiar bernama Discoverer, yang diisi oleh para peneliti dan kru lain.
Pada bulan lalu, dia mengaku telah meninggalkan tujuannya untuk menjadi orang pertama yang berenang di Samudera Pasifik. Tapi mencapai San Francisco tetap menjadi tujuan akhirnya.
Itu berarti, misi Lecomte dan krunya untuk meneliti dampak plastik di lautan masih terus berjalan.
Dia dan tim pendukungnya menemukan banyak sampah plastik sepanjang perjalanan di Pasifik.
"Terkadang, kami berenang dengan paus, dan kemudian 10 menit kemudian ada satu plastik besar mengambang," katanya.
"Sampah itu seperti sesuatu yang kita gunakan di rumah. Melihatnya pada kehidupan laut sungguh menganggu," imbuhnya.
Tak jarang, dia menemukan sampah plastik setiap tiga menit di laut. Kru pendukungnya di kapal bahkan mengumpulkan 100 sampah dalam setengah jam tiap mereka melemparkan jaring ke perairan.
"Samudra kini berada dalam kondisi bahaya. Jika kita tidak melakukan sesuatu untuk membalikkan keadaan, dalam beberapa tahun mendatang akan jaih lebih sulit," tulisnya di sebuah blog.
Tim peneliti yang ikut bersama Lecomte berasal dari 12 institusi sains, termasuk NASA dan Woods Hole Oceanographic Institution.
Mereka berfokus pada 8 hal selama perjalanan, termasuk polusi plastik, radiasi bencana nuklir Fukushima, dan dampak dari usaha renang Lecomte terhadap jantung dan keadaan psikologi.
"Misi ini tidak akan pernah berhenti. Ini akan membawa gagasan yang sama, membawa perhatian terhadap polusi plastik di laut," ucap Lecomte.
Upayanya tersebut sebagai langkah untuk memperingatkan dunia akan bahaya polusi plastik di lautan terus berlanjut.
Diwartakan CNN, Selasa (11/12/2018), Benoit "Ben" Lecomte melangkahkan kakinya pada tepi laut di Oahu, Hawaii, pada Senin lalu.
Dia berhenti sejenak akibat cuaca buruk sebelum melanjutkan berenang menuju San Fransisco. Sebelumnya, dia mengawali aksinya dari Choshi di perairan timur Jepang pada 5 Juni lalu.
Selama perjalanan renangnya, Lecomte ditemani sebuah kapal pendukung yaitu sebuah kapal pesiar bernama Discoverer, yang diisi oleh para peneliti dan kru lain.
Pada bulan lalu, dia mengaku telah meninggalkan tujuannya untuk menjadi orang pertama yang berenang di Samudera Pasifik. Tapi mencapai San Francisco tetap menjadi tujuan akhirnya.
Itu berarti, misi Lecomte dan krunya untuk meneliti dampak plastik di lautan masih terus berjalan.
Dia dan tim pendukungnya menemukan banyak sampah plastik sepanjang perjalanan di Pasifik.
"Terkadang, kami berenang dengan paus, dan kemudian 10 menit kemudian ada satu plastik besar mengambang," katanya.
"Sampah itu seperti sesuatu yang kita gunakan di rumah. Melihatnya pada kehidupan laut sungguh menganggu," imbuhnya.
Tak jarang, dia menemukan sampah plastik setiap tiga menit di laut. Kru pendukungnya di kapal bahkan mengumpulkan 100 sampah dalam setengah jam tiap mereka melemparkan jaring ke perairan.
"Samudra kini berada dalam kondisi bahaya. Jika kita tidak melakukan sesuatu untuk membalikkan keadaan, dalam beberapa tahun mendatang akan jaih lebih sulit," tulisnya di sebuah blog.
Tim peneliti yang ikut bersama Lecomte berasal dari 12 institusi sains, termasuk NASA dan Woods Hole Oceanographic Institution.
Mereka berfokus pada 8 hal selama perjalanan, termasuk polusi plastik, radiasi bencana nuklir Fukushima, dan dampak dari usaha renang Lecomte terhadap jantung dan keadaan psikologi.
"Misi ini tidak akan pernah berhenti. Ini akan membawa gagasan yang sama, membawa perhatian terhadap polusi plastik di laut," ucap Lecomte.
Tuesday, December 11, 2018
Perempuan ini pemenang hadiah Nobel Perdamaian
Bagi Murad dan Mukwege, Nobel Perdamaian merupakan pengakuan atas upaya keduanya mengkampanyekan dampak dari penggunaan pemerkosaan sebagai senjata perang.
Sudah sejak lama, Murad dan Mukwege, berkampanye untuk memastikan tidak ada pihak yang menggunakan pemerkosaan sebagai sebagai senjata perang di masa mendatang.
Saat menerima Hadiah Nobel Perdamaian, Murad mengatakan lebih dari 6.500 perempuan dari komunitas Yazidi diculik, diperkosa, dan diperjualkan.
"Ini terjadi di abad ke-21, di era globalisasi dan hak asasi manusia," kata Murad.
Nasib sekitar 3.000 perempuan dan remaja putri dari komunitas Murad yang ditangkap kelompok yang menamakan diri Negara Islam (ISIS) hingga kini tak diketahui.
"Para remaja yang masih belia dijual, dibeli, disekap, dan diperkosa setiap hari. Tak bisa dipahami, bagaimana pemimpin dari 195 negara tidak tergerak untuk membebaskan gadis-gadis ini," kata Murad.
Ia dipuji karena secara terbuka berani membeberkan dan membagikan pengalaman menjadi budak seks ISIS, dengan harapan dunia akan memberikan perhatian yang lebih besar atas nasib komunitas Yazidi.
Murad ditangkap oleh milisi ISIS pada 2014.
Ia adalah satu dari sekitar 6.500 perempuan Yazidi yang diperlakukan sebagai "rampasan perang" oleh ISIS. Di tangan milisi ISIS, para perempuan ini dipaksa menjadi budak seks. Banyak di antaranya yang diperkosa beramai-ramai setiap hari.
Ekhlas, yang kini bermukim di Jerman, diperkosa setiap hari selama enam bulan ketika disekap oleh ISIS. Saudara perempuannya hingga sekarang tak ditemukan.
Video propaganda ISIS menunjukkan bagaimana milisi-milisi ISIS memperjual-belikan perempuan-perempuan Yazidi.
Selain diperjual-belikan di pasar, banyak juga perempuan Yazidi yang dilelang melalui layanan pesan Whatsapp dan Telegram.
Salah satu pesan yang dilihat wartawan kantor berita Reuters menunjukkan milisi ISIS menawarkan seorang gadis Yazidi berusia 12 tahun seharga US$12.500 (sekitar Rp182 juta).
Dari sekitar 6.500 perempuan Yazidi yang disekap oleh milisi ISIS, 3.000 dikembalikan ke keluarga, 1.000 diasuh oleh keluarga atau organisasi, sementara sisanya tak diketahui keberadaannya.
Sudah sejak lama, Murad dan Mukwege, berkampanye untuk memastikan tidak ada pihak yang menggunakan pemerkosaan sebagai sebagai senjata perang di masa mendatang.
Saat menerima Hadiah Nobel Perdamaian, Murad mengatakan lebih dari 6.500 perempuan dari komunitas Yazidi diculik, diperkosa, dan diperjualkan.
"Ini terjadi di abad ke-21, di era globalisasi dan hak asasi manusia," kata Murad.
Nasib sekitar 3.000 perempuan dan remaja putri dari komunitas Murad yang ditangkap kelompok yang menamakan diri Negara Islam (ISIS) hingga kini tak diketahui.
"Para remaja yang masih belia dijual, dibeli, disekap, dan diperkosa setiap hari. Tak bisa dipahami, bagaimana pemimpin dari 195 negara tidak tergerak untuk membebaskan gadis-gadis ini," kata Murad.
Ia dipuji karena secara terbuka berani membeberkan dan membagikan pengalaman menjadi budak seks ISIS, dengan harapan dunia akan memberikan perhatian yang lebih besar atas nasib komunitas Yazidi.
Murad ditangkap oleh milisi ISIS pada 2014.
Ia adalah satu dari sekitar 6.500 perempuan Yazidi yang diperlakukan sebagai "rampasan perang" oleh ISIS. Di tangan milisi ISIS, para perempuan ini dipaksa menjadi budak seks. Banyak di antaranya yang diperkosa beramai-ramai setiap hari.
Ekhlas, yang kini bermukim di Jerman, diperkosa setiap hari selama enam bulan ketika disekap oleh ISIS. Saudara perempuannya hingga sekarang tak ditemukan.
Video propaganda ISIS menunjukkan bagaimana milisi-milisi ISIS memperjual-belikan perempuan-perempuan Yazidi.
Selain diperjual-belikan di pasar, banyak juga perempuan Yazidi yang dilelang melalui layanan pesan Whatsapp dan Telegram.
Salah satu pesan yang dilihat wartawan kantor berita Reuters menunjukkan milisi ISIS menawarkan seorang gadis Yazidi berusia 12 tahun seharga US$12.500 (sekitar Rp182 juta).
Dari sekitar 6.500 perempuan Yazidi yang disekap oleh milisi ISIS, 3.000 dikembalikan ke keluarga, 1.000 diasuh oleh keluarga atau organisasi, sementara sisanya tak diketahui keberadaannya.
Thursday, December 6, 2018
Kapal penghancur dekati Rusia
Sebuah kapal perang penghancur milik Angkatan Laut Amerika Serikat berlayar di lepas pantai Rusia dekat dengan pangkalan Armada Pasifik di Vladivostok, Rusia.
Ini merupakan manuver pertama oleh AL AS sejak berakhirnya era Perang Dingin. Kapal Penghancur USS McCampbell berlayar mendekati Teluk Peter Agung atau Peter the Great Bay.
“Ini untuk menantang klaim laut berlebihan Rusia dan menegakkan hak-hak, kebebasan dan hukum untuk menggunakan kawasan Laut Jepang oleh AS dan negara lain,” kata Letnan Rachel McMarr, juru bicara untuk Armada Pasifik AS, dalam pernyataan seperti dilansir Russia Today pada Rabu, 5 Desember 2018.
AL AS menyebut tindakan ini sebagai “Operasi Kebebasan Navigasi”. Terakhir kali operasi sejenis digelar di kawasan ini pada 1987, yang merupakan puncak Perang Dingin antara Barat dan bekas Uni Sovyet.
McMarr mengatakan operasi ini untuk menunjukkan AS akan terbang, berlayar dan beroperasi di manapun hukum internasional mengizinkan. “Ini berlaku di Laut Jepang dan tempat lainnya di Bumi.”
Teluk Peter Agung ini menggunakan nama dari bekas kaisar pertama Rusia. Rusia membangun pangkalan Armada Pasifik di kawasan ini. Kehadiran kapal perang AS di kawasan ini, menurut Russia Today, sama persis jika kapal perang Rusia berlayar di lepas pantai San Diego, California, atau Pearl Harbour, Hawaii.
Washington tidak mengakui klaim teritorial Rusia atas Laut Jepang. Seorang pejabat AL AS mengatakan kepada CNN bahwa klaim laut itu jauh melebihi batas 12 mil yang dijamin oleh Konvensi PBB mengenai Hukum Laut atau UNCLOS. Rusia telah meratifikasi konvensi ini namun AS belum.
Namun, kehadiran kapal penghancur ini juga mengindikasikan Amerika berencana mengirim kapal perang ke Laut Hitam atau Black Sea dalam waktu dekat. CNN melansir seperti dikutip Sputnik News kemenlu AS telah mengirim pesan kepada pemerintah Turki bahwa kapal perang AS akan melewati Selat Bosporus dan Dardanelles
Ini merupakan manuver pertama oleh AL AS sejak berakhirnya era Perang Dingin. Kapal Penghancur USS McCampbell berlayar mendekati Teluk Peter Agung atau Peter the Great Bay.
“Ini untuk menantang klaim laut berlebihan Rusia dan menegakkan hak-hak, kebebasan dan hukum untuk menggunakan kawasan Laut Jepang oleh AS dan negara lain,” kata Letnan Rachel McMarr, juru bicara untuk Armada Pasifik AS, dalam pernyataan seperti dilansir Russia Today pada Rabu, 5 Desember 2018.
AL AS menyebut tindakan ini sebagai “Operasi Kebebasan Navigasi”. Terakhir kali operasi sejenis digelar di kawasan ini pada 1987, yang merupakan puncak Perang Dingin antara Barat dan bekas Uni Sovyet.
McMarr mengatakan operasi ini untuk menunjukkan AS akan terbang, berlayar dan beroperasi di manapun hukum internasional mengizinkan. “Ini berlaku di Laut Jepang dan tempat lainnya di Bumi.”
Teluk Peter Agung ini menggunakan nama dari bekas kaisar pertama Rusia. Rusia membangun pangkalan Armada Pasifik di kawasan ini. Kehadiran kapal perang AS di kawasan ini, menurut Russia Today, sama persis jika kapal perang Rusia berlayar di lepas pantai San Diego, California, atau Pearl Harbour, Hawaii.
Washington tidak mengakui klaim teritorial Rusia atas Laut Jepang. Seorang pejabat AL AS mengatakan kepada CNN bahwa klaim laut itu jauh melebihi batas 12 mil yang dijamin oleh Konvensi PBB mengenai Hukum Laut atau UNCLOS. Rusia telah meratifikasi konvensi ini namun AS belum.
Namun, kehadiran kapal penghancur ini juga mengindikasikan Amerika berencana mengirim kapal perang ke Laut Hitam atau Black Sea dalam waktu dekat. CNN melansir seperti dikutip Sputnik News kemenlu AS telah mengirim pesan kepada pemerintah Turki bahwa kapal perang AS akan melewati Selat Bosporus dan Dardanelles
Wednesday, December 5, 2018
Surat Albert Einstein tentang Tuhan
Surat tulisan tangan Albert Einstein yang dikenal sebagai Surat Tuhan laku terjual dalam lelang seharga US $ 2,9 juta atau sekitar Rp 41 miliar. Nilai lelang Surat Tuhan dilaporkan dua kali lipat dari prediksi sebelumnya.
Surat tersebut dilelang oleh rumah lelang Christie di New York, Amerika Serikat. Dilansir dari South China Morning Post, 5 Desember 2018, surat satu setengah halaman tersebut ditulis pada 1954 dalam bahasa Jerman yang ditujukan sebagai tanggapan atas buku filsuf Eric Gutkind yang berjudul Choose Life: The Biblical Call to Revolt berisi perenungan tentang Tuhan, Alkitab, dan Yudaisme.
"Kata Tuhan bagi saya berarti pengungkapan dan produk dari kelemahan manusia, Alkitab kumpulan yang terhormat, tetapi masih primitif, legenda yang tetap kekanak-kanakan," demikian isi surat Einstein.
Kalimat itu dipuji sebagai bukti bahwa Einstein sebagai pemikir abad ke-20 yang paling dihormati adalah seorang atheis. Tetapi Einstein terkadang mengatakan dirinya bukan atheis dan tidak suka diberi label sebagai orang yang tak percaya Tuhan.
Dalam surat itu, Einstan yang berdarah Yahudi juga menyatakan kekecewaannya terhadap agama Yahudi.
“Bagi saya agama Yahudi seperti yang lainnya adalah inkarnasi dari takhayul yang paling kekanak-kanakan,”tulisnya.
Surat Tuhan tersimpan di antara surat-surat Gutkind dan muncul dalam lelang di London pada tahun 2008.
Nilai surat biologi evolusioner Richard Dawkins kalah dengan Surat Tuhan yang ditulis Albert Einstein. Surat Dawkins dijual dalam lelang dengan penawaran terakhir £ 170.000 atau US $ 216.000 dengan kurs saat ini.
Surat tersebut dilelang oleh rumah lelang Christie di New York, Amerika Serikat. Dilansir dari South China Morning Post, 5 Desember 2018, surat satu setengah halaman tersebut ditulis pada 1954 dalam bahasa Jerman yang ditujukan sebagai tanggapan atas buku filsuf Eric Gutkind yang berjudul Choose Life: The Biblical Call to Revolt berisi perenungan tentang Tuhan, Alkitab, dan Yudaisme.
"Kata Tuhan bagi saya berarti pengungkapan dan produk dari kelemahan manusia, Alkitab kumpulan yang terhormat, tetapi masih primitif, legenda yang tetap kekanak-kanakan," demikian isi surat Einstein.
Kalimat itu dipuji sebagai bukti bahwa Einstein sebagai pemikir abad ke-20 yang paling dihormati adalah seorang atheis. Tetapi Einstein terkadang mengatakan dirinya bukan atheis dan tidak suka diberi label sebagai orang yang tak percaya Tuhan.
Dalam surat itu, Einstan yang berdarah Yahudi juga menyatakan kekecewaannya terhadap agama Yahudi.
“Bagi saya agama Yahudi seperti yang lainnya adalah inkarnasi dari takhayul yang paling kekanak-kanakan,”tulisnya.
Surat Tuhan tersimpan di antara surat-surat Gutkind dan muncul dalam lelang di London pada tahun 2008.
Nilai surat biologi evolusioner Richard Dawkins kalah dengan Surat Tuhan yang ditulis Albert Einstein. Surat Dawkins dijual dalam lelang dengan penawaran terakhir £ 170.000 atau US $ 216.000 dengan kurs saat ini.
Tuesday, December 4, 2018
Pembunuhan berantai di Papua
Kabar tragis datang dari Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua. Sebanyak 31 pekerja PT Istika Karya yang menggarap proyek pembangunan jembatan di jalur Trans Papua menjadi korban penembakan kelompok kriminal bersenjata (KKB).
Peristiwa itu terjadi sejak Minggu 2 Desember 2018. Dua puluh empat orang pekerja menjadi korban di hari itu.
Keesokannya, pembunuhan berlanjut dan menewaskan 7 orang lainnya. Polri dan TNI kini memburu kelompok yang bertanggung jawab.
"Sudah teridentifikasi beberapa kelompok, tinggal mengerucut apakah benar kelompok ini atau tidak," ujar Kepala Divisi Humas Polri Brigjen Pol Mohammad Iqbal di kantornya, Jakarta, Selasa (4/12/2018).
Polri tak menutup kemungkinan penyerang merupakan bagian kelompok-kelompok kecil. Kepala Sub Bidang Penerangan Masyarakat Polda Papua AKBP Suyadi Diaz mengatakan, jumlah KKB di Papua banyak.
Mereka akan menggabungkan kekuatan bila ada kegiatan besar. Kepemimpinan kelompok semacam itu relatif cair. Orang yang bisa menembak Polri atau TNI, dan merampas senjatanya bisa dengan mudah naik kelas menjadi tokoh.
"Artinya bisa berganti pimpinan karena dirasa lebih bagus dan kepemimpinan bisa berganti. Jadi tidak bisa disimpulkan," ungkapnya kepada Liputan6.com, Selasa (12/4/2018).
Menurutnya, kekuatan KKB di Papua belum sepenuhnya terpetakan. Yang jelas, mereka berasal dari satu akar, yakni Organisasi Papua Merdeka (OPM). Seiring berjalannya waktu, terjadi tranformasi motif di internal KKB.
"Motifnya jelas ingin merdeka, kedua berkembang dan mengarah kecemburuan sosial ke PT Freeport, mereka menganggap, 'kami kaya tapi kami sengsara'," papar Suyadi.
Dalam kasus penembakan pekerja proyek, ada pula dugaan pembangunan jembatan menjadi latar belakangnya. Proyek itu merupakan cara pemerintah untuk memajukan daerah di Papua.
Jembatan akan membuka akses daerah yang terisolasi. Hal itu akan memicu kemajuan. "Tapi hal itu tak bisa diterima mereka, karena pemikiran mereka beda," kata Suyadi.
Kecurigaan mengerucut ke kelompok yang selama ini dikenal bercokol di sana. Sinyalemen itu disampaikan Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Nduga, Alimin Gwijangge.
"Pelakunya KKB pimpinan Yanus Kogoya," kata Alimin Gwijangge, Senin malam, 3 Desember 2018 sepeti dikutip dari kabarpapua.co.
Alimin mengaku berada di Kenyam, Ibu Kota Nduga. Ia terus berkoordinasi dan menggali informasi terkait kejadian itu.
Yanus dikenal juga sebagai Egianus Kagoya. Ia punya hubungan kekeluargaan dengan Kelly Kwalik, pemimpin senior dan komandan dari sayap militer Organisasi Papua Merdeka (OPM).
Kwalik sempat menjadi sorotan dunia setelah menyandera tim Ekspedisi Lorentz 95 yang beranggotakan warga Indonesia maupun internasional. Ia tewas dalam penyergapan polisi tahun 2009.
Peristiwa itu terjadi sejak Minggu 2 Desember 2018. Dua puluh empat orang pekerja menjadi korban di hari itu.
Keesokannya, pembunuhan berlanjut dan menewaskan 7 orang lainnya. Polri dan TNI kini memburu kelompok yang bertanggung jawab.
"Sudah teridentifikasi beberapa kelompok, tinggal mengerucut apakah benar kelompok ini atau tidak," ujar Kepala Divisi Humas Polri Brigjen Pol Mohammad Iqbal di kantornya, Jakarta, Selasa (4/12/2018).
Polri tak menutup kemungkinan penyerang merupakan bagian kelompok-kelompok kecil. Kepala Sub Bidang Penerangan Masyarakat Polda Papua AKBP Suyadi Diaz mengatakan, jumlah KKB di Papua banyak.
Mereka akan menggabungkan kekuatan bila ada kegiatan besar. Kepemimpinan kelompok semacam itu relatif cair. Orang yang bisa menembak Polri atau TNI, dan merampas senjatanya bisa dengan mudah naik kelas menjadi tokoh.
"Artinya bisa berganti pimpinan karena dirasa lebih bagus dan kepemimpinan bisa berganti. Jadi tidak bisa disimpulkan," ungkapnya kepada Liputan6.com, Selasa (12/4/2018).
Menurutnya, kekuatan KKB di Papua belum sepenuhnya terpetakan. Yang jelas, mereka berasal dari satu akar, yakni Organisasi Papua Merdeka (OPM). Seiring berjalannya waktu, terjadi tranformasi motif di internal KKB.
"Motifnya jelas ingin merdeka, kedua berkembang dan mengarah kecemburuan sosial ke PT Freeport, mereka menganggap, 'kami kaya tapi kami sengsara'," papar Suyadi.
Dalam kasus penembakan pekerja proyek, ada pula dugaan pembangunan jembatan menjadi latar belakangnya. Proyek itu merupakan cara pemerintah untuk memajukan daerah di Papua.
Jembatan akan membuka akses daerah yang terisolasi. Hal itu akan memicu kemajuan. "Tapi hal itu tak bisa diterima mereka, karena pemikiran mereka beda," kata Suyadi.
Kecurigaan mengerucut ke kelompok yang selama ini dikenal bercokol di sana. Sinyalemen itu disampaikan Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Nduga, Alimin Gwijangge.
"Pelakunya KKB pimpinan Yanus Kogoya," kata Alimin Gwijangge, Senin malam, 3 Desember 2018 sepeti dikutip dari kabarpapua.co.
Alimin mengaku berada di Kenyam, Ibu Kota Nduga. Ia terus berkoordinasi dan menggali informasi terkait kejadian itu.
Yanus dikenal juga sebagai Egianus Kagoya. Ia punya hubungan kekeluargaan dengan Kelly Kwalik, pemimpin senior dan komandan dari sayap militer Organisasi Papua Merdeka (OPM).
Kwalik sempat menjadi sorotan dunia setelah menyandera tim Ekspedisi Lorentz 95 yang beranggotakan warga Indonesia maupun internasional. Ia tewas dalam penyergapan polisi tahun 2009.
Monday, December 3, 2018
Warga Turki berhenti merokok
Ketika para perokok di berbagai negara kesulitan berhenti dari kebiasaan yang membahayakan jiwanya, peristiwa fantastis terjadi di satu desa kecil di Turki karena seluruh penduduk desa telah berhenti merokok.
Sebanyak 180 warga desa Haydarbeyli di Yozgat, Anatolia tengah, Turki telah berhenti merokok. Menurut kepala desa, Rifat Eraslan, penduduk desa saling membantu agar tetangganya berhenti merokok.
"Setiap warga desa saling mendukung," ujar Eraslan seperti dikutip dari Daily Sabah, 3 Desember 2018.
Menurut Eraslan, warga mematuhi saran presiden Recep Tayyib Erdogan untuk berhenti merokok. "Kami mematuhi sarannya," katanya.
Muhsin Varol, seorang warga desa Haydarbeyli menuturkan, dulu dia perokok berat selama lebih dari 13 tahun. Ia kemudian memutuskan untuk menghentikan kebiasaan merokok.
"Saya berhenti merokok, seperti semua warga di sini. Kami juga mengorganisasi kelompok berjalan pada pagi dan malam hari agar tetap sehat," ujar Varol.
Yasin Ugurlu, warga desa Hyadarbeyli, menuturkan dirinya berhenti merokok setelah menjalani kebiasaan merokok selama 4 tahun.
"Semua orang sangat tahu mengenai apa bahaya merokok namun kebanyakan orang memilih untuk mengabaikannya," kata Ugurlu.
Karena di Haydarbeyli, tidak satu orang pun merokok, membuat setiap pendatang yang merokok jadi tidak merokok karena mereka merasa malu.Anda tidak akan dapat menemukan satu puntung rokok di desa kami," ujar Ugurlu.
Karena seluruh warga tidak merokok, rumah mereka termasuk mobil dan jalanan tidak tercium bau rokok. Mereka juga melarang orang yang data merokok di desa mereka.
Untuk menghormati upaya warga desa, kepala provinsi Yesulay yang membawahi desa bebas rokok itu, Halil Ibrahim Coskun bersedia datang ke desa Hyadarbeyli dan memberikan penghargaan.
" Fantastis, Haydarbeyli mendengarkan ajakan kami. Saya ecara pribadi ingin berterimakasih atas putusan mereka. Saya berharap banyak lagi orang lain akan mengikuti contoh yang telah mereka lakukan dan kami akan menghilangkan kebiasan merokok bersama-sama," kata Coskun.
Di dunia ada sekitar 3,3 miliar perokok dan setiap tahun hampir 5 juta orang tewas akibat merokok.
Jumlah perokok di Turki lebih dari 17 juta orang dan 250 orang tewas setiap hari karena kebiasaan merokok yang membahayakan kesehatan.
Sebanyak 180 warga desa Haydarbeyli di Yozgat, Anatolia tengah, Turki telah berhenti merokok. Menurut kepala desa, Rifat Eraslan, penduduk desa saling membantu agar tetangganya berhenti merokok.
"Setiap warga desa saling mendukung," ujar Eraslan seperti dikutip dari Daily Sabah, 3 Desember 2018.
Menurut Eraslan, warga mematuhi saran presiden Recep Tayyib Erdogan untuk berhenti merokok. "Kami mematuhi sarannya," katanya.
Muhsin Varol, seorang warga desa Haydarbeyli menuturkan, dulu dia perokok berat selama lebih dari 13 tahun. Ia kemudian memutuskan untuk menghentikan kebiasaan merokok.
"Saya berhenti merokok, seperti semua warga di sini. Kami juga mengorganisasi kelompok berjalan pada pagi dan malam hari agar tetap sehat," ujar Varol.
Yasin Ugurlu, warga desa Hyadarbeyli, menuturkan dirinya berhenti merokok setelah menjalani kebiasaan merokok selama 4 tahun.
"Semua orang sangat tahu mengenai apa bahaya merokok namun kebanyakan orang memilih untuk mengabaikannya," kata Ugurlu.
Karena di Haydarbeyli, tidak satu orang pun merokok, membuat setiap pendatang yang merokok jadi tidak merokok karena mereka merasa malu.Anda tidak akan dapat menemukan satu puntung rokok di desa kami," ujar Ugurlu.
Karena seluruh warga tidak merokok, rumah mereka termasuk mobil dan jalanan tidak tercium bau rokok. Mereka juga melarang orang yang data merokok di desa mereka.
Untuk menghormati upaya warga desa, kepala provinsi Yesulay yang membawahi desa bebas rokok itu, Halil Ibrahim Coskun bersedia datang ke desa Hyadarbeyli dan memberikan penghargaan.
" Fantastis, Haydarbeyli mendengarkan ajakan kami. Saya ecara pribadi ingin berterimakasih atas putusan mereka. Saya berharap banyak lagi orang lain akan mengikuti contoh yang telah mereka lakukan dan kami akan menghilangkan kebiasan merokok bersama-sama," kata Coskun.
Di dunia ada sekitar 3,3 miliar perokok dan setiap tahun hampir 5 juta orang tewas akibat merokok.
Jumlah perokok di Turki lebih dari 17 juta orang dan 250 orang tewas setiap hari karena kebiasaan merokok yang membahayakan kesehatan.
Sunday, December 2, 2018
CIA merekrut mafia untuk membunuh Fidel Castro
Pada puncak Perang Dingin, CIA dilaporkan merekrut Mafia untuk membunuh pemimpin Kuba, Fidel Castro.
Si tampan Johnny Roselli adalah Mafia yang bertugas mengelola kasino di Las Vegas dan Havana.
Tetapi pada 1959, selama kekuasaan revolusionernya, Fidel Castro menutup bisnis perjudian di Kuba.
Hal ini membuat marah kepala Mafia Chicago, Johnny "si tampan" Roselli dan Sam Giancana, menurut buku baru "Handsome Johnny" yang ditulis oleh Lee Server, dilansir dari Dailymail.co.uk, 2 Desember 2018.
Roselli adalah anggota level tinggi dari sindikat Chicago Outfit milik Al Capone yang juga beroperasi di Hollywood, menurut The New York Post.
Seorang pria FBI dan CIA bernama Robert Maheu ditunjuk untuk mendekati Chicago Outfit.
Mereka bukan hanya ingin membunuh Castro, tetapi mereka juga percaya bahwa mereka sedang melakukan tugas pemerintah yang akan dibalas budi oleh pemerintah.
Server menulis bahwa Roselli menolak US$ 150.000 (Rp 2 miliar) dan mengatakan bahwa dia akan membunuh Castro demi patriotisme sebab dia adalah seorang veteran Perang Dunia II.
Dia menguraikan bagaimana kepala CIA dan Mafia bertemu di Miami untuk memaparkan rincian misi.
Salah satu agen CIA menyarankan pertumpahan darah melalui konflik senjata api, namun Mafia lebih suka racun atau sniper.
CIA mengatakan mereka bisa menyediakan racun, sementara mafia akan menyediakan seorang pembunuh.
Tetapi ketika Mafia mencari pembunuh bayaran mereka, John F Kennedy disumpah sebagai Presiden pada 1961.
Meskipun Giancana menerima jaminan dari Frank Sinatra di lapangan golf bahwa JFK akan menjadi sekutu, Server menulis, ia segera menunjuk saudara laki-lakinya Robert Kennedy sebagai Jaksa Agung.
Penunjukkan ini membuat Mafia marah karena Bobby, panggilan Robert Kennedy, terkenal tegas menindak sindikat Mafia dan bersumpah untuk menghancurkan mereka.
Seiring ketegangan yang timbul antara Kuba dan AS membuat misi terus berjalan dan Server menceritakan tentang CIA yang mengirimkan racun ke Roselli.
Roselli kemudian menyerahkannya kepada pembunuh bayaran, yang akan membawanya ke orang dalam di Kuba dan akan dimasukkan ke dalam minuman Fidel Castro.
Fidel Castro jatuh sakit beberapa hari kemudian, tetapi Server mengatakan ini adalah kebetulan atau racun gagal karena Castro pulih.
Segera setelah itu, New York Post mengatakan bahwa invasi Teluk Babi pada bulan April 1961 menyerukan diakhirinya rencana pembunuhan.
Giancana ditemukan tewas pada tahun 1975 dengan peluru yang mengotori jenazahnya, sementara Roselli ditemukan setahun kemudian dimutilasi dalam drum baja di pantai Florida. Namun tidak diketahui apakah CIA terkait dengan tewasnya Mafia yang terlibat peracunan Fidel Castro.
Si tampan Johnny Roselli adalah Mafia yang bertugas mengelola kasino di Las Vegas dan Havana.
Tetapi pada 1959, selama kekuasaan revolusionernya, Fidel Castro menutup bisnis perjudian di Kuba.
Hal ini membuat marah kepala Mafia Chicago, Johnny "si tampan" Roselli dan Sam Giancana, menurut buku baru "Handsome Johnny" yang ditulis oleh Lee Server, dilansir dari Dailymail.co.uk, 2 Desember 2018.
Roselli adalah anggota level tinggi dari sindikat Chicago Outfit milik Al Capone yang juga beroperasi di Hollywood, menurut The New York Post.
Seorang pria FBI dan CIA bernama Robert Maheu ditunjuk untuk mendekati Chicago Outfit.
Mereka bukan hanya ingin membunuh Castro, tetapi mereka juga percaya bahwa mereka sedang melakukan tugas pemerintah yang akan dibalas budi oleh pemerintah.
Server menulis bahwa Roselli menolak US$ 150.000 (Rp 2 miliar) dan mengatakan bahwa dia akan membunuh Castro demi patriotisme sebab dia adalah seorang veteran Perang Dunia II.
Dia menguraikan bagaimana kepala CIA dan Mafia bertemu di Miami untuk memaparkan rincian misi.
Salah satu agen CIA menyarankan pertumpahan darah melalui konflik senjata api, namun Mafia lebih suka racun atau sniper.
CIA mengatakan mereka bisa menyediakan racun, sementara mafia akan menyediakan seorang pembunuh.
Tetapi ketika Mafia mencari pembunuh bayaran mereka, John F Kennedy disumpah sebagai Presiden pada 1961.
Meskipun Giancana menerima jaminan dari Frank Sinatra di lapangan golf bahwa JFK akan menjadi sekutu, Server menulis, ia segera menunjuk saudara laki-lakinya Robert Kennedy sebagai Jaksa Agung.
Penunjukkan ini membuat Mafia marah karena Bobby, panggilan Robert Kennedy, terkenal tegas menindak sindikat Mafia dan bersumpah untuk menghancurkan mereka.
Seiring ketegangan yang timbul antara Kuba dan AS membuat misi terus berjalan dan Server menceritakan tentang CIA yang mengirimkan racun ke Roselli.
Roselli kemudian menyerahkannya kepada pembunuh bayaran, yang akan membawanya ke orang dalam di Kuba dan akan dimasukkan ke dalam minuman Fidel Castro.
Fidel Castro jatuh sakit beberapa hari kemudian, tetapi Server mengatakan ini adalah kebetulan atau racun gagal karena Castro pulih.
Segera setelah itu, New York Post mengatakan bahwa invasi Teluk Babi pada bulan April 1961 menyerukan diakhirinya rencana pembunuhan.
Giancana ditemukan tewas pada tahun 1975 dengan peluru yang mengotori jenazahnya, sementara Roselli ditemukan setahun kemudian dimutilasi dalam drum baja di pantai Florida. Namun tidak diketahui apakah CIA terkait dengan tewasnya Mafia yang terlibat peracunan Fidel Castro.
Saturday, December 1, 2018
Gempa di Alaska pemicu Tsunami
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7.0 dan 5.7 menghancurkan jalan raya dan gedung-gedung di Anchorage, ibu kota Alaska, dan daerah sekitarnya pada Jumat pagi.
Gempa membuat panik orang-orang setelah memicu peringatan tsunami di wilayah pesisir selatan kota.
Namun gempa tidak menyebabkan tsunami dan tidak ada laporan langsung tentang kematian atau cedera serius.
Berdasarkan laporan Associated Press, 1 Desember 2018, Badan Survei Geologi AS mengatakan gempa pertama yang paling kuat berpusat di sekitar 12 kilometer di utara Anchorage, kota terbesar Alaska, dengan populasi sekitar 300.000 jiwa.
Orang-orang lari dari kantor mereka atau berlindung di bawah meja. Gempa susulan dengan kekuatan magnitudo 5.7 muncul dalam beberapa menit, diikuti oleh serangkaian gempa kecil.
Sebagian besar jalan layang di dekat bandara Anchorage runtuh, menjebak sebuah mobil di beton yang hancur. Beberapa mobil juga saling bertabrakan di persimpangan utama di Wasilla, utara Anchorage, selama gempa.
Kepala Polisi Anchorage Justin Doll mengatakan dia telah diberitahu bahwa bagian dari Glenn Highway, rute dengan pemandangan indah yang membentang timur laut keluar dari kota melewati ladang, gunung dan gletser, telah hilang.
Gempa juga merusak jendela toko, barang-barang dan rak-rak di gedung dua lantai di pusat kota, gangguan layanan listrik dan lampu lalu lintas ikut rusak. Bahkan gempa juga membuat seorang lelaki dewasa terlempar dari bak mandi.
Penerbangan di bandara ditunda selama berjam-jam setelah gempa memutus telepon dan mengevakuasi staf menara kontrol. Sementara pipa minyak Alaska sepanjang 1.287 kilometer ditutup, kemudian tim dikirim untuk memeriksa kerusakan.
Sekolah Anchorage juga membatalkan kegiatan belajar dan meminta orang tua untuk menjemput anak-anak mereka saat memeriksa bangunan untuk kebocoran gas atau kerusakan lainnya.
Alaska adalah lokasi gempa paling kuat yang pernah tercatat di AS. Gempa berkekuatan magnitudo 9.2 pada tanggal 27 Maret 1964, berpusat sekitar 120 kilometer timur Anchorage. Gempa ini menewaskan 130 orang.
Alaska rata-rata mengalami 40.000 gempa bumi per tahun, dengan lebih banyak gempa besar daripada 49 negara lainnya digabungkan. Alaska bagian selatan memiliki risiko tinggi gempa bumi karena lempeng bumi sering bergeser di bawah wilayah tersebut.
Gempa membuat panik orang-orang setelah memicu peringatan tsunami di wilayah pesisir selatan kota.
Namun gempa tidak menyebabkan tsunami dan tidak ada laporan langsung tentang kematian atau cedera serius.
Berdasarkan laporan Associated Press, 1 Desember 2018, Badan Survei Geologi AS mengatakan gempa pertama yang paling kuat berpusat di sekitar 12 kilometer di utara Anchorage, kota terbesar Alaska, dengan populasi sekitar 300.000 jiwa.
Orang-orang lari dari kantor mereka atau berlindung di bawah meja. Gempa susulan dengan kekuatan magnitudo 5.7 muncul dalam beberapa menit, diikuti oleh serangkaian gempa kecil.
Sebagian besar jalan layang di dekat bandara Anchorage runtuh, menjebak sebuah mobil di beton yang hancur. Beberapa mobil juga saling bertabrakan di persimpangan utama di Wasilla, utara Anchorage, selama gempa.
Kepala Polisi Anchorage Justin Doll mengatakan dia telah diberitahu bahwa bagian dari Glenn Highway, rute dengan pemandangan indah yang membentang timur laut keluar dari kota melewati ladang, gunung dan gletser, telah hilang.
Gempa juga merusak jendela toko, barang-barang dan rak-rak di gedung dua lantai di pusat kota, gangguan layanan listrik dan lampu lalu lintas ikut rusak. Bahkan gempa juga membuat seorang lelaki dewasa terlempar dari bak mandi.
Penerbangan di bandara ditunda selama berjam-jam setelah gempa memutus telepon dan mengevakuasi staf menara kontrol. Sementara pipa minyak Alaska sepanjang 1.287 kilometer ditutup, kemudian tim dikirim untuk memeriksa kerusakan.
Sekolah Anchorage juga membatalkan kegiatan belajar dan meminta orang tua untuk menjemput anak-anak mereka saat memeriksa bangunan untuk kebocoran gas atau kerusakan lainnya.
Alaska adalah lokasi gempa paling kuat yang pernah tercatat di AS. Gempa berkekuatan magnitudo 9.2 pada tanggal 27 Maret 1964, berpusat sekitar 120 kilometer timur Anchorage. Gempa ini menewaskan 130 orang.
Alaska rata-rata mengalami 40.000 gempa bumi per tahun, dengan lebih banyak gempa besar daripada 49 negara lainnya digabungkan. Alaska bagian selatan memiliki risiko tinggi gempa bumi karena lempeng bumi sering bergeser di bawah wilayah tersebut.
Subscribe to:
Comments (Atom)
Hot News :
Kapal Titanic kembali hidup
Kapal Impian Titanic beserta tragedi yang menimpanya tidak akan membuat kita lupa. Masih banyak ahli yang berusaha untuk memecahkan miste...




















