Pemerintah Amerika Serikat berencana menarik ribuan serdadu dari Afghanistan, sebut sejumlah laporan media di AS.
Beberapa pejabat yang identitasnya tidak disebutkan, mengatakan sekitar
7.000 serdadu—setengah dari seluruh tentara AS di Afghanistan—akan
dipulangkan dalam beberapa bulan mendatang. Namun, sampai sejauh ini
belum ada pejabat Kementerian Pertahanan AS yang secara terang-terangan
mengonfirmasinya.
Laporan itu muncul sehari setelah Presiden Donald Trump mengumumkan penarikan mundur pasukan AS dari Suriah.
Pada
Kamis (20/12), Menteri Pertahanan Jim Mattis mengumumkan pengunduran
dirinya. Dia menyebut bahwa dirinya berbeda pandangan dengan presiden,
namun tidak secara gamblang menyatakan penarikan pasukan sebagai
alasannya mundur.
Pasukan AS telah ditempatkan di Afghanistan sejak 2001.
Hal
ini bermula ketika Taliban—yang saat itu menguasai Afghanistan—menolak
menyerahkan pemimpin Al-Qaeda, Osama bin Laden, yang mengklaim
bertanggung jawab atas serangan 11 September.
Presiden George W
Bush kemudian melancarkan operasi militer untuk menemukan Bin Laden
sekaligus menjungkalkan Taliban dari kekuasaan.
Pasukan khusus AS
menemukan dan membunuh Bin Laden di Pakistan pada 2011 dan operasi
tempur AS di Afghanistan resmi berakhir pada 2014.
Namun, setelah 2014, Taliban kembali berkuasa sehingga sejumlah pasukan AS dipertahankan untuk menjaga keamanan di Afghanistan.
Pada
September 2017, Trump mengumumkan bahwa AS akan mengirim 3.000 serdadu
tambahan ke sana, yang jelas berbeda dari janjinya untuk mempertahankan
pasukan AS sampai batas waktu tak tertentu.
Rencana Trump untuk mengurangi jumlah pasukan ditentang sejumlah pihak, sebagaimana dilaporkan harian Washington Post.
Di antara pihak yang menolak adalah Kepala Staf Gedung Putih, John Kelly, dan penasihat keamanan nasional, John Bolton.
Senator
Republik, Lindsay Graham, merilis cuitan yang menyebut penarikan mundur
pasukan merupakan "strategi berisiko tinggi" yang membalikkan kemajuan
AS di kawasan tersebut sekaligus menyediakan jalan bagi terciptanya
"9/11 kedua".
Sebelumnya, dia juga menentang penarikan mundur
pasukan dari Suriah yang disebutnya "kesalahan besar seperti yang dibuat
Obama".
Beberapa kalangan mengingatkan bahwa penarikan mundur pasukan
AS akan menciptakan celah sehingga kelompok seperti Negara Islam (ISIS)
bisa bangkit kembali.

No comments:
Post a Comment